RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sambut Tahun Ajaran Baru, Diknas Salatiga Gelar Sosialisasi SPMB ke Pihak Terkait

Sambut Tahun Ajaran Baru, Diknas Salatiga Gelar Sosialisasi SPMB ke Pihak Terkait

Sambut Tahun Ajaran Baru, Diknas Salatiga Gelar Sosialisasi SPMB ke Pihak Terkait

Dinas Pendidikan Kota Salatiga menggelar sosialisasi aturan baru Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menjelang tahun ajaran 2025–2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan, Nunuk Dartini, dan melibatkan perwakilan sekolah, kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, RT/RW, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta dinas terkait.
foto : Arief Rasika
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Nunuk Dartini saat sosialisasi SPMB. Jumat 17.5.2025

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Guna menyambut tahun ajaran baru 2025 – 2026 Dinas Pendidikan kota Salatiga gencar melakukan sosialisasi selama dua hari dengan mengundang sejumlah komponen terkait, diantaranya perwakilan sekolahan, kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama RT/RW, PKK, Babinsa, Babinkamtibmas serta dinas terkait.

“Kita sosialisasikan aturan baru SPMB ini agar masyarakat mengetahui aturan baru ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Salatiga Nunuk Dartini.

Menurut Nunuk saat dialog pihaknya juga memberikan kesempatan kepada hadirin yang datang untuk bertanya tentang materi sosialiasi yang diberikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga mengatakan,stigma yang masih melekat di masyarakat tentang sekolah favorit harus dihilangkan, karena hal ini yang membuat amburadul.

“Akibatnya orang tua memaksakan kehendak, harus sekolah disana dengan dalih sekolah itu favorit. Padahal sekarang sekolah ( negeri) memiliki kualitas yang sama, tidak ada favorit, sehingga sekolah dimana saja baik,” kata Nunuk Dartini saat sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru ( SPMB) di aula Diknas setempat, Jumat (16/5/2025).

Dikatakan Nunuk, sosialisasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan SPMB baru kepada pihak-pihak terkait agar bisa ditularkan kepada masyarakat lainnya. Salah satu point dari aturan baru ini adalah tentang domisili, dimana hal ini untuk mengantisipasi adanya KK titipan.

“ Dari pengalaman sebelumnya, ada anak yang dititipkan KK-nya ke teman, kerabat atau saudaranya yang dekat dengan sekolahan agar diterima. Maka dengan domisili ini hal itu diminimalisir, karena titip KK sudah diantisipasi, dengan domisili harus pindah satu keluarga dan minimal satu tahun,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Salatiga Nunuk Dartini

Sementara itu terkait dengan pendaftaran SMP di Salatiga, semuanya dilakukan secara on line, namun katika ada masyarakat yang kesulitan melakukan pendaftaran, pihak Diknas sudah membuat desk di Diknas, yang akan membantu masyarakat yang kesulitan pendaftaran on line.” Semisal cara membuat akun, cara mendaftar. Prisnsipnya kami memberikan pelayanan maksimal,” tandasnya.

Dijelaskan Nunuk Dartini, untuk pendaftaran SMP dimulai dari tanggal 28 Mei untuk pembuatan akun, kemudian langsung diverifikasi oleh operator dilanjutkan dengan pendfataran dari tanggal 3 Juni hingga 5 Juni.

Dalam sosialisasi disebutkan terdapat 4 jalur SPMB, yakni Jalur Domisili, Jalur Afirmasi, Jalur Mutasi dan Jalur Prestasi.

Nunuk Dartini saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menjadi tuan rumah International Academic Workshop “Exploring LEGO-STEM Based Learning for Creativity, Collaboration, and Problem-Solving Skills” bersama dua profesor dari Belgia. Kegiatan yang bekerja sama dengan LP2M UIN Salatiga tersebut melibatkan murid dari sejumlah sekolah untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah melalui pembelajaran berbasis STEM.
Perluas Pengalaman Belajar Siswa, SMA Sainstek Salatiga Hadirkan Profesor dari Belgia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana