URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sedikitnya 50 perempuan dari Kecamatan Tingkir mendapatkan pendidikan politik dari Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik yang digelar Badan Kesatuan Bangsa Dan PolitIk (Kesbangpol) Kota Salatiga. Acara dibuka oleh Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi ini dilaksanakan di Aula Damarjati BKPSDM Lantai 2, Rabu (14/09/22).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sambut Tahun Politik, Puluhan Perempuan di Salatiga Ikuti Pendidikan Politik, Siap Hadapi Pemilu 2024

Sambut Tahun Politik, Puluhan Perempuan di Salatiga Ikuti Pendidikan Politik, Siap Hadapi Pemilu 2024

Sambut Tahun Politik, Puluhan Perempuan di Salatiga Ikuti Pendidikan Politik, Siap Hadapi Pemilu 2024

Pj Walikota berfoto bersama dengan sejumlah peserta sosialisasi pendidikan politik yang digelar Kesbangpol salatiga 14.9.22. poto dok ist
featured-img

Sedikitnya 50 perempuan dari Kecamatan Tingkir mendapatkan pendidikan politik dari Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik yang digelar Badan Kesatuan Bangsa Dan PolitIk (Kesbangpol) Kota Salatiga. Acara dibuka oleh Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi ini dilaksanakan di Aula Damarjati BKPSDM Lantai 2, Rabu (14/09/22).

Kepala Kesbangpol Yayat Nurhayat menjelaskan bahwa pendidikan politik adalah pembinaan untuk memahami mencintai rasa keterikatan tinggi terhadap negara dan perangkat sistemnya.

“Menyambut tahun politik yang sebentar lagi datang baik pelaksanaan pilpres, pileg, pilgub, dan pilkada, maka penting untuk dilakukan pendidikan politik bagi masyarakat, dan kali ini pesertanya adalah perempuan. Tujuannya guna memberikan penerangan bagi masyarakat atas hal dan kewajiban politik. Selanjutnya juga untuk meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mewujudkan kemandirian berpolitik dan ketatanegaraan,” jelasnya

Pemateri yang dihadirkan dalam sosialisasi pendidikan politik ini adalah Kepala Kesbangpol Yayat Nurhayat dan dr Rifki Aulia Erlangga, dosen UIN Salatiga.

Pj Wali Kota memberikan apresiasi kepada narasumber dan penyelenggara atas pelibatan perempuan dalam kegiatan. “Saya sudah memerintahkan kepada OPD agar dalam penyelenggaraan acara mengutamakan perempuan. Dan ini saya bersyukur dan berterima kasih karena kegiatan ini diikuti oleh perempuan. Untuk mewujudkan kesadaran politik, saya meminjam teori marketing yaitu dengan menentukan target. Tentukan promosi produk sampai di hati yaitu perempuan dan anak, daya sebar informasi akan lebih cepat perempuan dan anak dibandingkan laki-laki,” ungkap Sinoeng.

“ Selanjutnya kalau memiliki anak yang belum memiliki KTP tapi ulang tahun ke 17 nanti sudah berhak memilih, tolong sampaikan ke Pak RT agar dapat surat pengantar, jangan cuma dibatin saja. Nanti itu akan menjadi sumber masalah, dan pasti saling menyalahkan, baik oleh tim sukses ataupun penyelenggara pemilu,” tegas Sinoeng.

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara