URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Polres Semarang bersama BPBD menggelar pelatihan penanganan bencana bagi puluhan anggota Satkamling di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (9/12/2025). Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan wilayah berpotensi bencana. Kegiatan berlangsung melalui pembekalan mitigasi, apresiasi Satkamling berprestasi, serta arahan pemerintah daerah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satkamling Diperkuat Pengetahuan Mitigasi Bencana di Kabupaten Semarang

Satkamling Diperkuat Pengetahuan Mitigasi Bencana di Kabupaten Semarang

Satkamling Diperkuat Pengetahuan Mitigasi Bencana di Kabupaten Semarang

Personel Polres Semarang bersama BPBD Kabupaten Semarang mempraktikkan cara memotong batang pohon tumbang di hadapan puluhan Satkamling dalam kegiatan pelatihan penanganan bencana di halaman Pendapa Bupati Semarang, Selasa (9/12/2025). Foto: Humas Polres Semarang
Personel Polres Semarang bersama BPBD Kabupaten Semarang mempraktikkan cara memotong batang pohon tumbang di hadapan puluhan Satkamling dalam kegiatan pelatihan penanganan bencana di halaman Pendapa Bupati Semarang, Selasa (9/12/2025). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Puluhan anggota Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang mengikuti pelatihan penanganan bencana yang diselenggarakan Polres Semarang bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Selasa (9/12/2025).

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan bahwa Kabupaten Semarang termasuk wilayah dengan potensi bencana alam cukup tinggi. Karena itu, pelatihan bagi anggota Satkamling dinilai penting sebagai upaya mengurangi risiko korban maupun kerugian saat bencana terjadi.

“Harapannya memang tidak ada bencana. Tapi kalaupun terjadi, mereka sudah paham mitigasi sehingga dampaknya dapat ditekan,” ujarnya.

Kapolres juga memberikan apresiasi kepada Satkamling di tingkat RT/RW yang selama ini dinilai mampu memberikan respons awal terhadap gangguan kamtibmas.

“Selain menjaga keamanan, mereka juga kerap terlibat dalam penanganan kebakaran hingga memberikan pertolongan pertama kepada ibu hamil,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Semarang turut menyerahkan piala dan penghargaan kepada Satkamling berprestasi. Beberapa yang menerima penghargaan yakni Satkamling RT 3 RW 3 Desa Lanjan Sumowono, Satkamling RT 8 RW 4 Kelurahan Susukan Ungaran Timur, dan Satkamling RT 4 RW 2 Desa Mukiran, Kaliwungu.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam sambutannya menilai pelatihan kebencanaan ini sangat bermanfaat bagi warga.

“Kita berharap kegiatan seperti ini dapat kembali digelar tahun depan. Mari kita jaga lingkungan masing-masing dari gangguan kamtibmas maupun bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Semarang, Agus Cahyadi, menyampaikan bahwa anggota Satkamling adalah pihak yang paling mengetahui kondisi lingkungan mereka. Informasi awal dari mereka akan mempercepat BPBD dalam melakukan penanganan secara menyeluruh.

“Kami membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan kebencanaan, agar mereka bisa mengambil tindakan tepat sebelum bantuan dari BPBD atau instansi lain tiba,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon