URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap tancap gas untuk memagari laut (mageri segara) untuk menyelamatkan kehidupan, menyelamatkan bumi, dan kemanusiaan. Hal itu disampaikan Ganjar saat mengikuti kegiatan "Polda Jateng Mageri Segara" bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, dan Forkompinda di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak,

Mbak Google

KABAR RASIKA

Selamatkan Bumi dan Kemanusiaan, Ganjar Siap Gaspol Tanam Mangrove

Selamatkan Bumi dan Kemanusiaan, Ganjar Siap Gaspol Tanam Mangrove

Selamatkan Bumi dan Kemanusiaan, Ganjar Siap Gaspol Tanam Mangrove

featured-img

DEMAK – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap tancap gas untuk memagari laut (mageri segara) untuk menyelamatkan kehidupan, menyelamatkan bumi, dan kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Ganjar saat mengikuti kegiatan “Polda Jateng Mageri Segara” bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, dan Forkompinda di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (12/10/2021). Mageri Segara merupakan gerakan menanam satu juta mangrove di daerah pantai di Jawa Tengah.

[irp posts=”25699″ name=”Penanaman Satu Juta Bibi5 Mangrove, Polda Jateng Pecahkan Rekor MURI”][irp posts=”25715″ name=”Program Mageri Segoro, Polrestabes Semarang Tanam Ribuan Bibit Mangrove Di Pantai Tirang Mijen”]

“Kemarin mendampingi Presiden, trigger-nya luar biasa. Jateng menyambut cepat dan justru yang memulai dari Polda. Kita tinggal back up dan gaspol. Ini upaya kita, tidak hanya ‘mageri segara’ tetapi juga menyelamatkan bumi dan kemanusiaan,” Ganjar di lokasi.

Ganjar menuturkan, sebelum datang ke lokasi penanaman mangrove, ia sempat berkeliling di Desa Bedono sampai di Pantai Morosari. Saat sampai di pantai, ia bertemu dengan seorang ibu-ibu yang sudah lama berjualan dan bekerja di areal pantai itu. Ia mendengarkan cerita dari bahwa dulu daerah itu merupakan daratan dengan pasir putih tetapi sekarang sudah tenggelam.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved