URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sugimin (68), seorang kakek asal Dusun Godean, Desa Butuh, Tengaran, Kabupaten Semarang, ditemukan tewas di sebuah sungai kering pada Kamis (17/10/2024) oleh Prihono (48), warga Dusun Kemloko, yang sedang mencari pakan ternak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Seorang Kakek Asal Tengaran Ditemukan Tewas Di Sungai Usai Seminggu Hilang

Seorang Kakek Asal Tengaran Ditemukan Tewas Di Sungai Usai Seminggu Hilang

Seorang Kakek Asal Tengaran Ditemukan Tewas Di Sungai Usai Seminggu Hilang

Petugas kepolisian bersama tim medis memeriksa jenazah seorang kakek yang ditemukan di sebuah sungai kering, Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (17/10/2024). Foto: Humas Polres Semarang
Petugas kepolisian bersama tim medis memeriksa jenazah seorang kakek yang ditemukan di sebuah sungai kering, Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (17/10/2024). Foto: Humas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sugimin (68), seorang kakek asal Dusun Godean, Desa Butuh, Tengaran, Kabupaten Semarang ditemukan tak bernyawa di sebuah sungai kering, Kamis (17/10/2024).

Ia ditemukan oleh Prihono (48), warga Dusun Kemloko saat hendak mencari pakan ternak. “Saya kira bukan manusia yang tergeletak. Namun setelah saya dekati ternyata seorang lansia,” ujarnya.

Ia kemudian memanggil rekannya yang saat itu berada tak jauh dari lokasi penemuan mayat. Kejadian itu segera dilaporkan ke petugas Polsek Tengaran.

Kapolsek Tengaran AKP M. Budiyanto menerangkan, menurut keterangan pihak keluarga, korban sudah meninggalkan rumah tanpa pamit sejak satu pekan yang lalu.

“Pihak keluarga sempat mencari korban dibantu warga namun tidak membuahkan hasil,” ungkapnya.

Korban juga diketahui pernah mengalami gegar otak pada tahun 2021 dan sempat menjalani operasi pada kepala bagian belakang. Sebelum meninggalkan rumah, korban sempat hilang juga namun berhasil ditemukan di wilayah Tingkir Kota Salatiga.

Dari hasil pemeriksaan awal pihak medis, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Terdapat luka lecet yang mengering dan diperkirakan dalam waktu 24 jam.

“Dugaan korban terpeleset dari bibir dengan ketinggian 4 meter sungai. Kebetulan sungai dalam kondisi kering,” urainya.

Sesuai permintaan pihak keluarga, tidak dilakukan autopsi terhadap korban. Korban kemudian diserahkan untuk dimakamkan. (win)

BACA JUGA :

Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum