RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Serangan Balik Terhadap Hama Wereng dengan Gerdal OPT Kimiawi dan Hayati

Serangan Balik Terhadap Hama Wereng dengan Gerdal OPT Kimiawi dan Hayati

Serangan Balik Terhadap Hama Wereng dengan Gerdal OPT Kimiawi dan Hayati

Gerdal OPT menggunakan pestisida terhadap hama wereng dilakukan secara masif di lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Kabupaten Semarang, Rabu (21/9/2022). (Foto/ IST)

UNGARAN – Lahan pertanian di sejumlah kecamatan di Kabupaten Semarang terserang hama wereng. Daerah tersebut ada di wilayah Kecamatan Pringapus, Bawen, Bringin, Bancak, Pabelan, Banyubiru, Ambarawa, Tuntang, Kaliwungu, Ungaran Barat serta di wilayah Kecamatan Ungaran Timur. Kondisi itu berpotensi mengganggu produktivitas padi karena terancam puso atau gagal panen.

Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang berupaya mengendalikan serangan hama wereng batang cokelat (WBC) tersebut. Dispertanikap bersama- sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) telah melakukan gerakan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (gerdal OPT) secara masif di wilayah kecamatan terdampak, sejak hama WBC diketahui menyerang pada bulan Juli 2022.[irp posts=”42925″ name=”Diserang Hama Wereng, 15 Hektare Tanaman Padi di Kalisidi Puso”]

“Bahkan sejak bulan Agustus lalu, sejumlah wilayah yang sebelumnya terserang sudah aman dari hama WBC,” ungkap Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Wigati Sunu di Ungaran, Rabu (21/9/2022).

Dijelaskan Sunu, pihaknya telah melaksanakan gerdal OPT pada wilayah serangan dan wilayah terancam secara serentak dengan bantuan pestisida dari Kabupaten Semarang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Selain gerdal secara kimiawi menggunakan pestisida, upaya pengendalian serangan WBC juga dilakukan secara hayati menggunakan organisme Beauveria bassiana. Yakni sejenis cendawan atau jamur yang bisa menimbulkan penyakit pada serangga.

“Langkah- langkah pengendalian juga dilakukan dengan memperbanyak penyuluhan kepada gapoktan agar tidak menanam padi varietas yang rentan serangan WBC seperti galur harapan (GH), Pandan Wangi dan mentik. Melainkan menggunakan varietas Inpari 32 yang lebih tahan WBC,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Dispertanikap Kabupaten Semarang, dari total luas 7.231 hektare lahan pertanian di 11 kecamatan tadi, tercatat luas pengendalian hama WBC mencapai 284 hektare. Sedangkan total luas lahan pertanian padi dalam keadaan serangan mencapai 48 hektare dan luas areal waspada mencapai 649 hektare. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran