RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Serda Beni Bersama Warga Glompong Bangun Makadam Jalan Dengan Material Batu Kali

Serda Beni Bersama Warga Glompong Bangun Makadam Jalan Dengan Material Batu Kali

Serda Beni Bersama Warga Glompong Bangun Makadam Jalan Dengan Material Batu Kali

Adanya Program Makadam jalan atau pembangunan jalan terus dikerjakan , Peran serta semua komponen untuk merampungkan pembangunan jalan ini sangat dibutuhkan, Sinergitas TNI dengan Warga merupakan dukungan tenaga dan moril.

Babinsa Tempuran Koramil 04/Bringin Serda Beni bersama warga secara gotong royong mengambil material batu di Sungai Tempuran Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang,Rabu (17/11)

Mereka saling bahu membahu merampungkan pembangunan jalan Makadam di Dusun Glompong desa Tempuran yang menjadi akses penting bagi warga.

pengerjaan jalan tersebut membutuhkan material batu yang cukup banyak. Sehingga gotong royong kali ini di fokuskan untuk pengambilan material sungai yaitu batu.

Babinsa Tempuran Serda Beni mengatakan, untuk membangun makadam tersebut pihaknya mengambil batu dari Sungai yang kebetulan letaknya tidak jauh dari lokasi pembangunan jalan.

Kegiatan pengambilan batu kali guna pembanggunan makadam (VidEo by: kodim)

“Dengan bergotong royong kami kumpulkan material batu dari Sungai dekat dengan jalan baru ini,” ungkapnya.

Ia bersyukur adanya pasir batu yang melimpah di sungai semakin mendukung pemenuhan kebutuhan material untuk pembangunan jalan

Kadus Glompong Ali Markum yang ikut dalam kegiatan kerja bakti tersebut mengapresiasi kinerja dari Babinsa Tempuran itu

“Pak Babinsa sama sekali ngga ragu dan canggung mengambil batu di sungai ini,bahkan dengan menggunakan pikulan pun tetap dilakukan untuk Melangsir batu yang dibawa ke lokasi pengerjaan jalan”ujarnya

Danramil 04/Bringin Kapten Inf Agung Kartika menyatakan pihaknya selalu membimbing dan mengarahkan apter Babinsa agar selalu berada ditengah tengah masyarakat guna membantu dan mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya “dalam suka maupun duka apter Babinsa merupakan ujung tombak TNI dan pemerintah untuk menyampaikan program dari pucuk pimpinan ke rakyat bahkan sampai kepelosok negeri, termasuk program vaksin, BLT, UMKM” terang Danramil Agung. ( rief )

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran