URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
AR (58), warga Kampung Karangkepoh, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, dievakuasi oleh tim gabungan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Soerojo Magelang pada Rabu, 6 November 2024. E

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sering Mengamuk, Warga Salatiga Dikirim ke RSJ Magelang

Sering Mengamuk, Warga Salatiga Dikirim ke RSJ Magelang

Sering Mengamuk, Warga Salatiga Dikirim ke RSJ Magelang

AR (58), warga Kampung Karangkepoh, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, dievakuasi oleh tim gabungan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Soerojo Magelang pada Rabu, 6 November 2024. E
Foto dok IST
Warga kepoh sesaat sebelum dikirim ke RSJ
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – AR (58) Seorang warga Kampung Karangkepoh, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, akhirnya dievakuasi oleh tim gabungan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Soerojo Magelang untuk mendapatkan perawatan. Proses evakuasi ini dilakukan pada Rabu (6/11/2024), dipicu oleh perilaku Ar yang seringkali meresahkan warga sekitar.

Lurah Tegalrejo, Ponco Margono Hasan menjelaskan bahwa evakuasi tersebut juga merupakan permintaan dari keluarga Ar untuk menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan.

“Evakuasi ini dilakukan atas permintaan keluarga yang bersangkutan agar lingkungan menjadi aman dan kondusif,” ujarnya.

Menurut Ponco, kondisi kesehatan Ar seringkali mengalami fluktuasi.

“Kalau pas kondisi baik, bisa diajak komunikasi. Ini tadi waktu evakuasi mood-nya juga sedang bagus, bahkan saat didatangi Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sempat nyeletuk ‘apa aku mau diajak perang’, mungkin karena yang datang berseragam,” ungkapnya.

Evakuasi ini berawal ketika keluarga Ar mendatangi Puskesmas Tegalrejo untuk meminta rujukan ke RSJ Magelang. Ponco menambahkan bahwa evakuasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas, dan Dinas Sosial.

“Karena alasan tersebut, kami mengevakuasi pasien ke RSJ Magelang. Prosesnya berjalan lancar tanpa ada perlawanan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Ponco.

Sebagai bentuk antisipasi, Ponco juga menyebutkan bahwa evakuasi ini dilakukan setelah terjadi insiden di wilayah Salatiga. “Minggu lalu ada kejadian ODGJ yang mengamuk dengan senjata tajam dan melukai tiga orang. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon