KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Seringnya Juara, Yohanes Kini Membuat Ketapel Khusus untuk Lomba. Harganya Jutaan Rupiah

Seringnya Juara, Yohanes Kini Membuat Ketapel Khusus untuk Lomba. Harganya Jutaan Rupiah

Seringnya Juara, Yohanes Kini Membuat Ketapel Khusus untuk Lomba. Harganya Jutaan Rupiah

Yohanes Dwi Wibowo, seorang pengrajin katapel di Salatiga, sukses meraih perhatian pasar internasional dengan karyanya yang unik. Dibuat secara manual, katapel-katapelnya menawarkan karakteristik yang unik dan personal. Meski harganya bervariasi, tergantung pada jenis kayu dan permintaan pembeli, popularitasnya terus meningkat di kalangan pecinta olahraga katapel.
Foto Arief Rasika
Yohanes Dwi Wibowo, warga Jalan Kenanga Sari Butuh Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Didepan Piala yang diperolehnya berkat kejuaraan Ketapel

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Bermain katapel membuka ingatan masa kecil ketika menggunakan senjata ini untuk mendapatkan buah incaran diatas pohon.

Siapa sangka, ‘senjata’ masa kecil ini nilainya bisa jutaan rupiah bahkan diminati pembeli hingga luar negeri.

Ya, contoh saja katapel buatan Yohanes Dwi Wibowo, warga Jalan Kenanga Sari Butu Kelurahan Kutowinangun Lor Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Sejak memulai membuat katapel pada 2016, dia memiliki pangsa pasar di Inggris, Amerika Serikat, dan Malaysia.

“Pada senang karena katapelnya dinilai punya karakteristik dan terasa personal sesuai pegangan karena dibuat secara manual,” jelas Yohanes saat ditemui di workshop Yo Slingshoot, selasa 2 November 2023 dirumahnya.

Menurut Yohanes, dirinya memang baru membuat katapel sesuai pesanan.

“Tapi memang paling banyak digunakan untuk kejuaraan, harganya kisaran Rp 250.000 hingga Rp 6 juta, tergantung jenis kayu dan permintaan pembeli, tingkat kesulitan atau ciri khas juga menentukan harga,” ungkapnya.

“Untuk membuat katapel itu penyelesainnya juga tidak tentu. Bisa dua jam selesai, tapi ada juga yang enam bulan belum tuntas. Apalagi kalau pembeli banyak permintaan, seperti minta jenis kayu khusus, warna kayu tua, dan lainnya,” terang ketua bidang kepelatihan organisasi pecinta ketapel Kabupaten Semarang ini.

Permintaan pembeli yang ‘paham’ katapel, lanjutnya, biasanya memerhatikan lebar frame, panjang dan lebar tip, serta ukuran karet pelontar. “Pegangan disesuaikan, pemain pakai tangan kanan atau kiri, bentuknya harus pas dengan hal tersebut,” tambah juara 1 open turnamen desa Ketapel di Gunung Kidul minggu lalu ini.

Dia selama ini membuat katapel dengan bahan utama kayu nusantara yang bertuah. “Indonesia ini kan kaya dengan kayu, jenis apa saja ada. Karena itu saya khusus membuat dengan kayu yang ada di Indonesia, seperti gaharu, stigi, dan cendana,” ujarnya.

Arena latihan ketapel milik Yohanes

Yohanes mengungkapkan, turnamen katapel saat ini mulai banyak penggemar di berbagai daerah. “Sebagai olahraga, memang antusias masyarakat sangat baik, meski tetap perlu disosialisasikan. Pegiatnya juga dari berbagai kalangan, karena olahraga ini mudah, murah, dan siapa saja bisa dimainkan,” paparnya.

Di Indonesia, turnamen katapel biasanya dimainkan dalam berbagai katagori dalam jarak 10 meter. “Itu yang favorit, meski kadang juga dikombinsi dengan jarak 15 meter. Untuk kategorinya ada pelajar, dewasa, dan anak. Lalu yang kelas papper target, multi spinner, dan kaleng dengan setiap peserta dibekali lima peluru atau gotri khusus,” kata Yohanes

Menurutnya, katapel ini adalah layaknya senjata. “Kalau dibilang risiko tinggi, ya semua ada risikonya. Karena itu prinsip kehati-hatian sangat diperlukan. Penonton minimal jarak tiga meter untuk posisi samping, sementara depan belakang sasaran harus clear. Pengambilan pataueluru atau gotri juga wajib berhati-hati,” ungkapnya.

Yohanes Dwi Wibowo, saat diwawancarai Media (Video: Arief Rasika)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Kontingen sambo Kota Salatiga meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada hari pertama Porprov Jawa Tengah 2026, Kamis (22/10). Medali emas dipersembahkan Michel Angelo, Nanda Bagus Yuniarta, dan Rendi Dwi Kuncoro. Sementara itu, Pradipa Bagaskara Pratama meraih perak dan Surya Adji Nugroho menyumbangkan perunggu.
Sambo Salatiga Borong Tiga Emas dalam Porprov Jateng
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan peran santri dalam menjaga bangsa dan menyiapkan generasi masa depan saat menghadiri Jateng Bersholawat memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). Pemprov Jateng memperkuat dukungan bagi pesantren melalui beasiswa Rp6,8 miliar, insentif guru agama, tali asih penghafal Al-Qur’an, serta bantuan sarana pendidikan pesantren.
Dari Beasiswa hingga Insentif Guru Ngaji, Ini Dukungan Jateng untuk Pesantren
[pekok2]