KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Serius Bangun Inklusivitas di Jateng, Ganjar Godok Raperda Disabilitas Bareng DPRD

Serius Bangun Inklusivitas di Jateng, Ganjar Godok Raperda Disabilitas Bareng DPRD

Serius Bangun Inklusivitas di Jateng, Ganjar Godok Raperda Disabilitas Bareng DPRD

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuktikan keseriusannya memperhatikan penyandang disabilitas. Bersama DPRD, Ganjar tengah mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyandang disabilitas.

Raperda yang sedang dibahas, kata Ganjar, terkait pemenuhan aksesabilitas bagi penyandang disabilitas. Ganjar senang karena Raperda tersebut mendapat sambutan baik dari DPRD Jateng.

“Mudah-mudahan ini akan bisa memperbaiki perda yang lama dan tentu saja semua akan menjadi tahu bahwa kesamaan hak wabil khusus soal aksesabilitas bisa berjalan dengan baik,” ujarnya usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, Rabu (6/7).

Selagi membahas Raperda Penyandang Disabilitas, Ganjar sempat mengajak para anggota DPRD Jateng untuk menengok gelaran PeSONas yang sedang berlangsung.

“Tadi pagi saya melihat luarbiasa semangat atlet-atlet muda. Nanti kita akan bisa merasakan berkomunikasi dan akhirnya dalam perda ini kita harapkan nanti bisa menjadi kebijakan publik,” ujarnya.

Raperda Penyandang Disabilitas ini, kata Ganjar, diharapkan bisa memberi kemudahan aksesabilitas lebih banyak bagi mereka. Seperti akses bangunan, jalan, usaha hingga pendidikan.

Sambil menunggu Raperda itu, Ganjar mengatakan terus melibatkan kekuatan di luar pemerintah. Antara lain CSR, kelompok komunitas peduli sampai dengan Baznas.

“Dan kita sudah melatih beberapa disabilitas, senang sih saya melihat mereka semangatnya luarbiasa,” ujarnya.

Salah satu pelatihan yang berjalan, kata Ganjar, dilakukan dengan menggandeng Baznas dan dilaksanakan di SMK Jateng.

“Nah dengan perda ini harapan kita ya legalisasinya ada, kebijakan publiknya nanti muncul dan kita harapkan nanti keluar dalam politik anggaran juga,” tandasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
[pekok2]