KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sidak Depo Oksigen di Demak, Ganjar Pastikan Stok Ada dan Harga Tak Naik

Sidak Depo Oksigen di Demak, Ganjar Pastikan Stok Ada dan Harga Tak Naik

Sidak Depo Oksigen di Demak, Ganjar Pastikan Stok Ada dan Harga Tak Naik

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto:/IST)

DEMAK – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak ke dua depo oksigen di Kabupaten Demak, Senin (5/7). Selain memastikan pasokan aman, Ganjar juga memastikan tak ada kenaikan di tengah kondisi krisis saat ini.

Dua depo yang dicek Ganjar yakni PT Candi Mitra Gas di Jl Semarang-Demak KM 12.5 dan PT Tira Austenite di Kawasan Industri Banjardowo Semarang. Di dua lokasi itu, Ganjar melihat proses pengisian ribuan botol oksigen untuk memenuhi pesanan rumah sakit.

“Hari ini saya cek depo oksigen untuk memastikan suplainya ada. Sekaligus saya ingin mengkoordinasikan depo-depo ini, agar ke depan tidak ada yang kesulitan,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk Satgas Oksigen untuk mengatasi persoalan kebutuhan oksigen rumah sakit di Jateng. Satgas ditugaskan untuk memperbaiki SOP mulai rumah sakit sampai distributor.

 
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=p9sCBZUG5rI[/embedyt]

“Jadi Satgas saya minta data, ada berapa deponya, pabriknya darimana, kapasitas berapa dan lainnya. Termasuk manajemen botol dan tabung di rumah sakit yang harus diperbaiki. Setelah habis, langsung ditaruh di depan untuk diangkut dan diisi ulang, jadi jangan sampai ada yang kekurangan,” jelasnya.

Ganjar juga meminta seluruh suplier oksigen tidak mengedepankan ego masing-masing. Selama kondisi darurat ini, tabung-tabung yang kosong diharapkan bisa diisi oleh siapapun, tidak harus oleh suplier pemilik tabung.

“Jadi saya minta suplier tidak egois, botol yang kosong saya minta diizinkan diisi oleh suplier siapapun, sehingga jangan sampai ada yang kekurangan. Satgas saya minta mengkoordinasikan itu dan dibuat MoU nya. Nanti kami buatkan sistemnya agar semua lancar,” ucapnya.

Selain memastikan suplai oksigen di depo-depo tersebut, Ganjar juga mengecek tentang harga oksigen. Sebab sebelumnya, ada yang mengatakan bahwa harga oksigen di Jateng sangat mahal dan naik berkali lipat selama pandemi.

“Dari dua depo yang saya datangi, harganya ndak naik. Mungkin itu yang naik botol-botol yang sudah ada di apotek dan untuk kepentingan pribadi. Mungkin ya. Tapi hari ini saya sudah cek dua vendor, tidak ada yang naik,” pungkasnya.

Pemilik PT Candi Mitra Gas, Doni mengatakan, harga oksigen di tempatnya normal di angka Rp45.000 pertabung ukuran besar dan Rp30.000 untuk tabung ukuran kecil.

“Ndak ada kenaikan, harganya normal. Yang naik itu permintaan, karena biasanya sehari kami produksi 500 meter kubik, tapi sekarang bisa 1000 meter kubik perhari,” katanya.

Hal senada disampaikan pemilik PT Tira, Yohana. Dirinya mengatakan, tidak ada kenaikan harga oksigen di tempatnya meski permintaan meningkat.

“Harganya tetap, dari dulu kami jual Rp55.000 untuk tabung enam meter dan Rp33.000 untuk tabung satu meter kubik. Saya ndak naikin harga, meskipun permintaan naik dari awalnya perhari 200 meter kubik, sekarang bisa 1000-1500 meter kubik perhari,” ucapnya.

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
[pekok2]