[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Sosok Rena Yulianti, Linmas Cantik yang Sudah Mengabdi Sejak Usia 17 Tahun

Sosok Rena Yulianti, Linmas Cantik yang Sudah Mengabdi Sejak Usia 17 Tahun

Sosok Rena Yulianti, Linmas Cantik yang Sudah Mengabdi Sejak Usia 17 Tahun

(Foto/win)
Rena Yulianti, personel Sat Linmas di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat yang telah mengabdi sejak usia 17 tahun.

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) biasanya identik dengan sosok laki-laki. Namun, di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang ada seorang perempuan belia yang mengabdikan dirinya menjadi anggota Sat Linmas.

Dia adalah Rena Yulianti, yang saat ini telah bertugas selama 4 tahun di wilayah Kelurahan Langensari. Perempuan cantik berusia 21 tahun ini tertarik menjadi anggota Sat Linmas karena bisa membantu, berkumpul dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Bergabung di Linmas sejak tahun 2018. Rasanya senang bisa membantu dan menambah wawasan menjadi lebih luas,” ujarnya ditemui usai apel bersama dan pemberian insentif bagi anggota Sat Linmas Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur di halaman kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Selasa (9/5/2023).

Ditanya soal tantangan dan kendala, diakuinya hampir tidak ada. Semua tugas bisa dilaksanakan dengan baik berkat bimbingan dan kerja sama anggota Sat Linmas yang lain.

“Paling ada yang tanya, perempuan masih muda kok jadi Linmas. Tapi nggak apa-apa, ini malah jadi nilai lebih,” ungkapnya.

Terkait pemberian insentif ini, perempuan yang kesehariannya juga bekerja di salah satu perusahaan tekstil di Kabupaten Semarang ini mengaku senang dan berterima kasih kepada Pemkab Semarang.

“Alhamdulillah sejak gabung Linmas sudah dapat insentif sebanyak 2 kali. Ini wujud apresiasi dan kepedulian pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan insentif kali ini disalurkan kepada lebih dari 800 anggota Sat Linmas di Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur. Ini merupakan pemberian kali kedua setelah tahun 2022 lalu.

“Kami atas nama Pemkab Semarang melalui Kasatpol PP dan Damkar memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua anggota Sat Linmas yang jumlahnya 7.668 personel yang bekerja tanpa pamrih membantu masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, pemberian insentif ini merupakan wujud perhatian Pemkab Semarang atas pengabdian para anggota Sat Linmas. Dimana mereka telah bekerja keras membantu masyarakat jika ada bencana, kebakaran, orang sakit, meninggal, punya hajat dan kemarin arus mudik dan balik membantu TNI Polri di posko meski harus meninggalkan keluarga.

“Jumlahnya memang tidak banyak, hanya Rp500 ribu. Jangan dilihat nilainya, tetapi ini bentuk perhatian kami. Mudah-mudahan tahun 2024 nanti bisa kita anggarkan lagi meski besarannya belum bisa ditentukan karena melihat kondisi keuangan daerah,” terangnya.

Ngesti juga mengapresiasi kondisi Sat Linmas saat ini yang telah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kemarin pas ada lomba defile di GOR Pandanaran Wujil, sedianya dilaksanakan jam 08.00 WIB. Tapi saya cek jam 07.45 ternyata seluruh personel sudah siap dan berbaris rapi semua. Artinya tidak ‘leda-lede’, tertib dan semangat. Harapan kami, kalau ada kejadian langsung sigap bergerak tanpa menunggu perintah,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani