URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sosok Rena Yulianti, Linmas Cantik yang Sudah Mengabdi Sejak Usia 17 Tahun

Sosok Rena Yulianti, Linmas Cantik yang Sudah Mengabdi Sejak Usia 17 Tahun

Sosok Rena Yulianti, Linmas Cantik yang Sudah Mengabdi Sejak Usia 17 Tahun

Rena Yulianti, personel Sat Linmas di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat yang telah mengabdi sejak usia 17 tahun.

(Foto/win)

Rena Yulianti, personel Sat Linmas di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat yang telah mengabdi sejak usia 17 tahun.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) biasanya identik dengan sosok laki-laki. Namun, di Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang ada seorang perempuan belia yang mengabdikan dirinya menjadi anggota Sat Linmas.

Dia adalah Rena Yulianti, yang saat ini telah bertugas selama 4 tahun di wilayah Kelurahan Langensari. Perempuan cantik berusia 21 tahun ini tertarik menjadi anggota Sat Linmas karena bisa membantu, berkumpul dan berinteraksi dengan masyarakat.

“Bergabung di Linmas sejak tahun 2018. Rasanya senang bisa membantu dan menambah wawasan menjadi lebih luas,” ujarnya ditemui usai apel bersama dan pemberian insentif bagi anggota Sat Linmas Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur di halaman kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Selasa (9/5/2023).

Ditanya soal tantangan dan kendala, diakuinya hampir tidak ada. Semua tugas bisa dilaksanakan dengan baik berkat bimbingan dan kerja sama anggota Sat Linmas yang lain.

“Paling ada yang tanya, perempuan masih muda kok jadi Linmas. Tapi nggak apa-apa, ini malah jadi nilai lebih,” ungkapnya.

Terkait pemberian insentif ini, perempuan yang kesehariannya juga bekerja di salah satu perusahaan tekstil di Kabupaten Semarang ini mengaku senang dan berterima kasih kepada Pemkab Semarang.

“Alhamdulillah sejak gabung Linmas sudah dapat insentif sebanyak 2 kali. Ini wujud apresiasi dan kepedulian pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan insentif kali ini disalurkan kepada lebih dari 800 anggota Sat Linmas di Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur. Ini merupakan pemberian kali kedua setelah tahun 2022 lalu.

“Kami atas nama Pemkab Semarang melalui Kasatpol PP dan Damkar memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada semua anggota Sat Linmas yang jumlahnya 7.668 personel yang bekerja tanpa pamrih membantu masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, pemberian insentif ini merupakan wujud perhatian Pemkab Semarang atas pengabdian para anggota Sat Linmas. Dimana mereka telah bekerja keras membantu masyarakat jika ada bencana, kebakaran, orang sakit, meninggal, punya hajat dan kemarin arus mudik dan balik membantu TNI Polri di posko meski harus meninggalkan keluarga.

“Jumlahnya memang tidak banyak, hanya Rp500 ribu. Jangan dilihat nilainya, tetapi ini bentuk perhatian kami. Mudah-mudahan tahun 2024 nanti bisa kita anggarkan lagi meski besarannya belum bisa ditentukan karena melihat kondisi keuangan daerah,” terangnya.

Ngesti juga mengapresiasi kondisi Sat Linmas saat ini yang telah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kemarin pas ada lomba defile di GOR Pandanaran Wujil, sedianya dilaksanakan jam 08.00 WIB. Tapi saya cek jam 07.45 ternyata seluruh personel sudah siap dan berbaris rapi semua. Artinya tidak ‘leda-lede’, tertib dan semangat. Harapan kami, kalau ada kejadian langsung sigap bergerak tanpa menunggu perintah,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
molinas
Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan