URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Desa Kranggan di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen karena berhasil mengembangkan potensi desa melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan BUMDes. Saat menghadiri Festival Pande Besi dan Opor Bebek, Jumat (26/6), Taj Yasin meminta seluruh OPD menjadikan desa tersebut sebagai rujukan Program Desa Dampingan guna mempercepat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Taj Yasin Minta OPD Jateng Tiru Desa Kranggan, Model Pengembangan Desa yang Sukses Dongkrak Ekonomi Warga

Taj Yasin Minta OPD Jateng Tiru Desa Kranggan, Model Pengembangan Desa yang Sukses Dongkrak Ekonomi Warga

Taj Yasin Minta OPD Jateng Tiru Desa Kranggan, Model Pengembangan Desa yang Sukses Dongkrak Ekonomi Warga

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi Museum Desa dan Pande Besi Kranggan
featured-img

KLATEN – Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, menjadi contoh sukses pengembangan desa berbasis kolaborasi. Berkat sinergi pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga BUMDes, desa ini mampu mengangkat potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya.

Keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Bahkan, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jawa Tengah menjadikan Desa Kranggan sebagai rujukan dalam menjalankan Program Desa Dampingan.

“Desa Kranggan luar biasa majunya. Karena itu kami mengajak para kepala dinas melihat langsung bagaimana desa ini berkembang agar bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ujar Taj Yasin saat menghadiri Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, kemajuan Desa Kranggan lahir dari kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan potensi desa. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa), yang tidak hanya mendampingi penyandang gangguan jiwa, tetapi juga memberdayakan mereka agar kembali produktif.

Program tersebut dinilai sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah mengembangkan Klinik Disabilitas.

Desa Kranggan juga berhasil mengembangkan Museum Besalen Koripan, museum metalurgi pertama di Indonesia yang dikelola pemerintah desa. Keberhasilan itu merupakan hasil pendampingan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Melihat capaian tersebut, Taj Yasin meminta Biro Kesejahteraan Rakyat Jawa Tengah melakukan evaluasi rutin terhadap 61 Desa Dampingan OPD. Desa-desa yang masih menghadapi kendala akan diajak belajar langsung ke desa-desa yang telah berhasil.

“Yang masih mengalami kesulitan nanti kita ajak berkeliling ke desa-desa yang sudah maju, supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki,” tegasnya.

Ia menekankan, pendampingan desa tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus mampu membangun kapasitas masyarakat agar mandiri, memiliki jejaring, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.

Wakil Rektor UNS, Dodi Aryawan, mengungkapkan, pendampingan yang dilakukan pada Juni-November 2025 telah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Pendapatan Museum Besalen Koripan meningkat hampir sepuluh kali lipat, dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta. Sementara penjualan produk pisau karya para pande besi melonjak sembilan kali lipat, dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.

Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, berharap perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin memacu semangat masyarakat untuk terus membangun desa.

Dalam kunjungannya, Taj Yasin juga meninjau peternakan ayam milik BUMDes, Museum Besalen Koripan, serta berbagai layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, layanan Samsat, perpustakaan desa, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah turut menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman, kursi roda bagi penyandang disabilitas, dan satu ton beras untuk keluarga kurang mampu.

BACA JUGA :

Pemprov Jawa Tengah bersama Bank Indonesia Jawa Tengah menggelar CJIBF 2026 di Jakarta, Rabu (27/8), untuk memperkuat investasi berkelanjutan. Forum tersebut menawarkan 26 proyek unggulan dan menghasilkan 37 Letter of Intent (LoI) dari 60 pertemuan bisnis dengan rencana investasi Rp19,6 triliun, di tengah realisasi investasi semester I mencapai Rp59,94 triliun.
CJIBF 2026 Perkuat Investasi Berkelanjutan Jawa Tengah
Optimisme masyarakat terhadap perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga pada Juli 2026 dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencapai 113,09. Kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih optimistis terhadap ekonomi saat ini dan prospek ke depan, didukung persepsi positif terhadap penghasilan, konsumsi, lapangan kerja, dan kegiatan usaha.
Bukan Cuma Hari Ini, Konsumen Jateng Optimistis Enam Bulan ke Depan
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia dari Jawa Tengah mencatat transaksi Rp2,94 miliar dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC Jakarta, 20–23 Agustus. Capaian tersebut meningkat Rp1,93 miliar dibandingkan 2025, didorong perluasan produk terkurasi serta peluang kerja sama bisnis dengan pasar domestik dan mancanegara.
UMKM Jawa Tengah Mencatatkan Peningkatan Omzet Dalam KKI 2026
Lebih dari 100 UMKM binaan Bank Indonesia se-Jawa Tengah ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, 20–23 Agustus 2026, untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk lokal berorientasi ekspor dan berkelanjutan.
KKI 2026: Saatnya UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved