URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi pada sebuah truk kontainer yang membawa muatan triplek di jalan raya Jambu, Kabupaten Semarang, khususnya di kawasan tikungan Jlegong pada Selasa (19/3/2024) sekitar pukul 11.30 WIB. Truk bernopol H 8566 OA itu, yang dikemudikan oleh Arifin (38) dari Kabupaten Semarang, hendak mengirim muatan triplek dari Semarang ke perusahaan kayu lapis PT TKPI di Temanggung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tak Kuat Menanjak, Kontainer Bermuatan Triplek Terguling di Jambu

Tak Kuat Menanjak, Kontainer Bermuatan Triplek Terguling di Jambu

Tak Kuat Menanjak, Kontainer Bermuatan Triplek Terguling di Jambu

Truk kontainer bermuatan triplek terguling usai tak kuat menanjak di tikungan Jlegong, Jambu, Selasa (19/3/2024).

Foto: Humas Polres Semarang

Truk kontainer bermuatan triplek terguling usai tak kuat menanjak di tikungan Jlegong, Jambu, Selasa (19/3/2024).
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kecelakaan tunggal dialami sebuah truk kontainer bermuatan triplek di jalan raya Jambu, Kabupaten Semarang tepatnya di kawasan tikungan Jlegong, Gemawang, Selasa (19/3/2024).

Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Penyebabnya diduga truk tidak kuat menanjak hingga akhirnya oleng dan terguling ke arah kiri.

Kasatlantas Polres Semarang AKP Arpan menyampaikan truk kontainer bernopol H 8566 OA itu dikemudikan oleh Arifin (38), warga Kabupaten Semarang. Ia hendak mengirim muatan triplek dari Semarang ke perusahaan kayu lapis PT TKPI yang ada di Temanggung.

“Kendaraan dari arah Ambarawa mau ke Temanggung. Sesampainya di TKP diduga tidak kuat menanjak saat hendak belok ke kanan, lalu terguling ke arah kiri,” terang Arpan.

Menurut keterangan pengemudi truk, lanjut Arpan, sebelum lokasi kejadian ia mengaku menambah kecepatan mengingat medan jalan menanjak. Dimungkinkan karena kondisi jalan berupa tikungan, sehingga truk terguling ke kiri menutup parit.

“Usai terguling truk sempat terseret kurang lebih 10 meter dari titik awal jatuh,” sambungnya.

Sementara Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang Ipda Handriyani mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas sudah berkoordinasi dengan personel pemadam kebakaran unit Ambarawa untuk melakukan pembersihan jalur dari tumpahan oli dan solar.

“Untuk sopir truk tidak mengalami luka dan saat ini sudah dimintai keterangan oleh petugas,” jelasnya.

Dua unit mobil derek didatangkan untuk mengevakuasi badan truk dan kontainer yang terguling. Proses evakuasi ini menyebabkan jalur Ambarawa-Temanggung tersendat karena harus dilakukan upaya penutupan jalan.

“Sehingga personel Lalu Lintas harus melakukan rekayasa contra flow dari dua arah untuk mengurai kemacetan,” tambahnya. (win)

BACA JUGA :

Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara