KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tak Patuh “Di Rumah Saja”, Puluhan Remaja Diamankan Polisi Saat Aksi Balap Liar

Tak Patuh “Di Rumah Saja”, Puluhan Remaja Diamankan Polisi Saat Aksi Balap Liar

Tak Patuh “Di Rumah Saja”, Puluhan Remaja Diamankan Polisi Saat Aksi Balap Liar

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo menunjukkan barang bukti sepeda motor yang digunakan untuk balap liar, Senin (8/2/2021). (Foto/IST)

UNGARAN – Di saat sebagian besar warga Jawa Tengah berpartisipasi mendukung gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua hari, belasan remaja justru melakukan aksi balap liar di wilayah Kabupaten Semarang. Atas aksinya itu, mereka terpaksa diamankan jajaran Polres Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo mengatakan, sebanyak 16 unit sepeda motor yang sudah dimodifikasi dan tidak sesuai standar berhasil diamankan bersama 19 pelaku aksi balap liar tersebut. Kapolres juga menyampaikan, di luar momentum pelaksanaan gerakan Jateng di Rumah Saja, aksi balap liar yang biasa dilakukan di sejumlah ruas jalan utama di wiayah Kabupaten Semarang telah lama dikeluhkan warga.

Selain meresahkan, aksi balap liar tersebut juga sangat membahayakan para pengguna jalan umum lainnya. Berdasarkan laporan yang diterima aparat Polres Semarang, ada beberapa ruas jalan yang sering dijadikan arena balap liar. Seperti di ruas Jalan Diponegoro, Jalan Soekarno- Hatta serta Jalur Lingkar Ambarawa (JLA).

Berdasarkan pengakuan para joki balap liar yang telah diamankan, mereka terkoordinir melalui media sosial. Sehingga para pelaku tidak hanya dari Kabupaten Semarang saja, namun juga dari daerah lain. Dalam aksi balap liar tersebut juga umumnya dilakukan taruhan uang guna menarik peminat. Polisi juga masih mendalami adanya praktik judi (taruhan) uang dalam aksi balap liar tersebut. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang