KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Taman Nol Kilometer Kota Lama Semarang Resmi Diresmikan dan Menjadi Wisata Baru

Taman Nol Kilometer Kota Lama Semarang Resmi Diresmikan dan Menjadi Wisata Baru

Taman Nol Kilometer Kota Lama Semarang Resmi Diresmikan dan Menjadi Wisata Baru

Foto: Antara/Zuhdiar Laeis
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu beserta jajaran OPD, forkompinda, dan swasta saat peresmian Taman Titik Nol Kilometer Kota Semarang, Jumat (6/5/2023) malam.

Semarang – Taman di Kota Semarang bertambah lagi, dengan diresmikannya landmark Taman Nol Kilometer di kawasan Kota Lama Semarang, tepatnya di depan Gedung Badan Pengelolaan Pendapatan Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (5/5/2023).

Peresmian Taman Nol Kilometer secara simbolis dengan penekanan tombol dan penandatangan prasasti oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, didampingi Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin dan Regional Manager Wismilak wilayah Jateng dan DIY, Nur Kholil. Sebelumnya juga diserahkan bantuan dari program tanggung jawab sosial (CSR) dari Wismilak beberapa unit gerobak untuk UMKM lokal Semarang.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, Taman Nol Kilometer ini yang dibanguns sejak November 2022 lalu, diharapkan bisa menjadi pelengkap wisata di Kawasan Kota Lama Semarang. Dan sekaligus Pemkot Semarang menaruh perhatian yang besar untuk tata lingkungan dan ekosistem kota.

“Kami ingin mencapai Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota secara ideal dan Taman Nol Kilometer Semarang ini hadir sebagai upaya dalam penyediaan ruang hijau untuk masyarakat sekaligus menghadirkan penanda pertautan wilayah di kawasan Semarang lama dan modern sebagai tujuan wisata di Kota Semarang,” terang Hevearita G Rahayu, usai meresmikan Taman Nol Kilometer Semarang, Jumat (5/5/2023).

Di acara tersebut, Mbak Ita sapaan akrab Hevearita G Rahayu juga meresmikan sentra kuliner dari para UMKM lokal di kawasan Kotal Lama Semarang. Sebagai sentra kuliner yang mengusung konsep pusat jajanan serba ada (pujasera), sentra kuliner Taman Nol Kilometer Semarang diharapkan dapat menjadi pelengkap fasilitas tujuan wisata kawasan tersebut, terlebih dapat meningkatkan pendapatan bagi para pelaku UMKM setempat.

“Wismilak sangat mendukung pembangunan Taman Nol Kilometer Semarang sebagai salah satu ikon wisata bersejarah Kota Semarang yang sekaligus jadi ruang publik bagi masyarakat. Tidak hanya itu, perkuatan ekonomi lokal melalui UMKM juga menjadi perhatian kami. Untuk itu kami juga menghadirkan sentra kuliner di area tersebut untuk mendukung rekan-rekan UMKM setempat,” ujar Nur Kholil, selaku Regional Manager Wismilak wilayah Jateng -DIY.

Tidak hanya mendukung pembangunan Taman Nol Kilometer Semarang, lanjut dia, Wismilak juga terlibat dalam desain taman berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang dan juga melakukan pemeliharaan taman tersebut hingga lima tahun ke depan.

Diharapkan, kata dia, Taman Nol Kilometer Semarang akan bisa menjadi tujuan wisata baru. Di kawasan tersebut juwiga akan ada penanda atau landmark berupa kolam dan air mengalir yang hadir melalui nilai filosofis, menggambarkan hubungan harmonis dan berkesinambungan antara masyarakat dan pemerintah kota. Juga diperindah dengan adanya pohon-pohon peneduh, Taman Kilometer Semarang juga memiliki aksentuasi kekinian di tengah image Kota Semarang yang terkenal sebagai sentra kota tua dan budaya.

Kemudian, ada sentuhan bergaya Eropa dan art deco yang menyemarakkan kawasan ini. Masyarakat Semarang dan sekitarnya dipastikan dapat menikmati Taman Nol Kilometer sembari menikmati kuliner UMKM sebagai fasilitas ruang terbuka komunal.

“Wismilak bersyukur dan berterima kasih karena diberi kesempatan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan jajaran terkait dalam menghadirkan Taman Nol Kilometer. Kami bersama dengan Pemerintahan Kota Semarang juga terus memberikan kesempatan para UMKM untuk berkembang melalui sentra kuliner ini. Kami berharap sentra kuliner UMKM ini dapat menjadi pusat perekonomian masyarakat sekitar. Wismilak siap mendukung UMKM sebagai penggerak ekonomi di Indonesia,”paparnya.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Murni Ediati mengatakan, konsep Taman Nol Kilometer Kota Lama Semarang merupakan taman pasif. Taman ini untuk penanda atau tetenger di kawasan Semarang lama menuju modern.

“Taman memiliki luas 1.200 meter persegi. Berupa landmark Taman Nol Kilometer, dilengkapi tanaman hias, permainan lighting, dan lebih memperkuat taman yang sudah ada sebelumnya di depan Kantor Keuangan Negara,” imbuh Pipie, sapaan akrabnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Kirab obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 tiba di Kabupaten Semarang pada Sabtu (24/10/2026) sore setelah menempuh perjalanan dari Api Abadi Mrapen, Grobogan. Di tengah kemeriahan kirab, kontingen Kabupaten Semarang menambah medali dari cabang olahraga arung jeram dan muaythai, sehingga total raihan sementara mencapai dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Kirab Obor Porprov Jateng 2026 Disambut Meriah, Kabupaten Semarang Tambah Emas dari Arung Jeram
[pekok2]