KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Terima Aduan Sang Anak, Pemilik Sasana Tarung Bebas Ini Persekusi Delapan Bocah Hingga Babak Belur

Terima Aduan Sang Anak, Pemilik Sasana Tarung Bebas Ini Persekusi Delapan Bocah Hingga Babak Belur

Terima Aduan Sang Anak, Pemilik Sasana Tarung Bebas Ini Persekusi Delapan Bocah Hingga Babak Belur

UNGARAN – Petugas Polres Semarang berhasil mengamankan IWP, EJS, RUP, P dan H semuanya warga Harjosari, Bawen karena diduga melakukan tindak penganiayaan terhadap delapan orang yang tujuh diantaranya masih di bawah umur.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA menjelaskan korban adalah AL (20), B (16), R (15), N (17), I (17), B (17), W (17), dan LA (17).

“Penganiayaan terjadi pada hari Sabtu (11/9/2021) di Sasana tarung bebas JD Aster milik tersangka IWP di daerah Gandekan Harjosari Bawen,” terangnya saat memberikan keterangan, Selasa (5/10/2021).

Yovan menyebutkan pengeroyokan tersebut dipicu kejadian pada Jumat (10/9/2021) di Kolam Renang Glodokan. Saat itu, anak perempuan IWP sedang ganti baju di salah satu ruangan. Tiba-tiba, AL mendorong pintu ruangan karena tidak mengetahui sedang digunakan.

“Karena reflek, anak perempuan tersebut mendorong pintu hingga tangan AL terjepit. AL lalu berusaha mendorong lagi untuk menarik tangannya. Setelah itu anak perempuan tersebut langsung pergi,” paparnya.

Keesokan harinya, delapan orang tersebut dihampiri para pelaku dan dibawa ke Sasana JD Aster. Di lokasi tersebut, para korban dipersekusi.

“Korban dipukul menggunakan tongkat rotan, diludahi, dipaksa meniru gaya hewan, dan disuruh merayap di lantai yang telah dilumuri cairan pembersih lantai. Setelah kejadain tersebut, para korban memeriksakan kesehatan, melakukan visum dan melapor ke Polres Semarang,” jelas Yovan.

Ditambahkan Yovan, Satreskrim Polres Semarang saat ini masih memburu dua pelaku yang melarikan diri, yakni P dan D.

“Identitas pelaku yang buron sudah kita kantongi. Saya minta segera menyerahkan diri. Untuk korban kita akan koordinasi dengan unit PPA untuk mendampingi pemulihan trauma psikis korban mengingat masih di bawah umur,” tegasnya.

Sedangkan IWP mengaku tidak terima anak perempuannya dilecehkan.

“Tidak ada orangtua yang terima kalau anaknya diperlakukan seperti itu. Apalagi saat itu mereka malah terbahak-bahak, tidak meminta maaf dan tidak ada perasaan menyesal,” kata dia. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]