KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Terlapor Dugaan Kasus Pelecehan Santriwati Diperiksa Polisi, Sejumlah Alat Bukti Diamankan

Terlapor Dugaan Kasus Pelecehan Santriwati Diperiksa Polisi, Sejumlah Alat Bukti Diamankan

Terlapor Dugaan Kasus Pelecehan Santriwati Diperiksa Polisi, Sejumlah Alat Bukti Diamankan

Polres Semarang menyelidiki penyerangan oleh sekelompok pemuda dengan senjata tajam di Dusun Baan, Desa Asinan, Kecamatan Bawen. Peristiwa ini terjadi saat warga sedang kerja bakti dan mengejutkan warga sekitar. Kapolres akan mengumpulkan keterangan dari para saksi kejadian dan meningkatkan patroli sebagai upaya preventif.
(Foto/win)
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra.

[@]Terduga pelaku pelecehan seksual di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang telah dipanggil untuk diperiksa aparat kepolisian. Oknum pengasuh ponpes itu telah menjalani pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Semarang pada Selasa (28/2/2023).

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengungkapkan, proses hukum telah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sedangkan status terlapor saat ini masih sebagai saksi.[irp posts=”53215″ ]

“Unit PPA telah memeriksa 5 orang termasuk korban. Sejumlah barang bukti juga telah kami amankan,” ujarnya usai memimpin apel kenaikan pangkat di Mapolres Semarang, Rabu (1/3/2023).

Alat bukti yang turut dikumpulkan, lanjut Kapolres, berupa seragam dan pakaian milik korban serta alat komunikasi milik terlapor dan korban.

“Kami juga sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit. Untuk peningkatan status dari saksi menjadi tersangka, kami masih menunggu alat bukti sudah cukup atau belum. Mohon waktunya,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya korban yang lain, Kapolres menambahkan pihaknya masih berkonsentrasi terhadap laporan yang saat ini sedang ditangani.

“Nanti kalau ini sudah selesai, baru akan kami kembangkan terhadap kemungkinan adanya korban yang lain,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum pengasuh ponpes di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang diduga melecehkan santriwatinya. Bahkan, perlakuan bejat itu dilakukan lebih dari satu kali.

Peristiwa itu kali pertama dialami oleh korban N (16) pada Senin (23/1/2023) di sebuah ruangan ponpes. Waktu itu korban diminta mengupas jagung oleh terlapor. Setelahnya terlapor mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan berujung mencium pipi korban.

Kejadian kali kedua pada Selasa (24/1/2023), di mana korban dilecehkan di sebuah gedung Balai Latihan Kerja (BLK). Kali ini korban berhasil berontak dan melarikan diri untuk pulang ke rumahnya. Korban bahkan sempat ditawari uang tutup mulut oleh terlapor sebesar Rp 250 ribu. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]