[audio_player]
[posts_like_dislike]
Pakar ekonomi dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga membantah klaim bahwa penduduk Kota Salatiga memiliki pengeluaran paling tinggi di Jawa Tengah. Ia menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) kurang valid dan menilai pengeluaran penduduk Salatiga sebenarnya tidak lebih tinggi dari penduduk Kota Semarang. Tingginya pengeluaran penduduk Salatiga, menurutnya, banyak terserap pada sektor pendidikan karena kesadaran masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ternyata Warga Salatiga Bukan Terboros di Jateng, Berikut Penjelasan Ekonom UKSW

Ternyata Warga Salatiga Bukan Terboros di Jateng, Berikut Penjelasan Ekonom UKSW

Ternyata Warga Salatiga Bukan Terboros di Jateng, Berikut Penjelasan Ekonom UKSW

[@]Masyarakat atau penduduk Kota Salatiga belakangan ini disebut-sebut memiliki pengeluaran paling tinggi atau terboros dibandingkan dari daerah lain di Jawa Tengah (Jateng). Meski demikian, hal itu dibantah pakar ekonomi atau ekonomi dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Prof Dr Gatot Sasongko SE, MS.

Seperti dilansir dari solopos.com Gatot menyebut data yang ditampilkan Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng itu kurang valid saat pengambilan sampel. Ia pun menilai warga yang menjadi bahan sampel kemungkinan baru saja mendapatkan pesangon sehingga konsumsi atau pengeluarannya menjadi besar.[irp posts=”53707″ ]

“Kami duga kurang cermat ambil sampel. Yang diwawancara, yang terambil sampel adalah warga yang habis mendapat pesangon. Konsumsinya menjadi besar,” ujar Gatot Kamis (2/3/2023).

Mengacu pada data BPS Jateng yang dirangkum dalam Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2023, pengeluaran penduduk Salatiga setiap bulannya pada tahun 2022 tergolong paling besar atau terboros dibanding daerah lain di Jateng. Setiap bulan, masyarakat Salatiga menghabiskan biaya mencapai Rp2.394.280, yakni untuk biaya makan Rp858.244 dan kebutuhan atau biaya non-makanan sekitar RP1.536.037.

Angka itu pun lebih tinggi dari upah minimum kabupaten/kota (UMK) Salatiga pada 2023 yang hanya berkisar Rp2.284.179,97 atau 2,28 juta. Bahkan, pengeluaran warga Salatiga setiap bulan ini lebih tinggi dari warga di daerah Kota Semarang yang mencapai RpRp1.973.169 atau Rp1,97 juta, yang memiliki UMK tertinggi di Jateng, yakni Rp3,06 juta.

Gatot pun menilai secara riil konsumsi masyarakat Salatiga sebenarnya tidak lebih tinggi dibandingkan penduduk Kota Semarang. Hal itu dikarenakan pendapatan atau UMK Kota Salatiga masih berada jauh di bawah UMK Kota Semarang.

“Menurut saya [pengeluaran per bulan] di kisaran angka Rp2 juta sampai Rp2,1 juta,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Ekonomi UKSW Salatiga itu.

Meski demikian, angka itu selisihnya sangat tipis dengan UMK Salatiga. Apalagi, menurutnya, saat ini masih banyak UMKM di Salatiga yang membayar gaji karyawan di bawah UMK.

“Saya tidak setuju upah murah, tetapi UMK yang tidak pasti dan terlalu tinggi bisa berdampak pada menurunnya minat investasi di Salatiga. Formula upah perlu ditetapkan dengan memperhatikan berbagai aspek,” terangnya.

Selain itu, Gatot menilai tingginya pengeluaran penduduk Kota Salatiga juga banyak terserap pada sektor pendidikan. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat Salatiga terhadap pendidikan semakin meningkat.

Hal itu juga dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Salatiga yang tertinggi di Jateng, yakni 84,35. Oleh karenanya, ia pun sepakat jika kebijakan terkait anggaran 20% untuk pendidikan tetap dipertahankan melalyi Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan beberapa beasiswa. “Sehingga kesempatan belajar semakin terbuka terutama masyarakat yg kurang mampu,” jelas dia.

BACA JUGA :

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan pelibatan 123 perguruan tinggi dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan saat Rakornas Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di UKSW, Salatiga, Kamis (15/10/2026). Kolaborasi ini mencakup penelitian, pendampingan usaha, penanganan stunting, pendataan rumah tidak layak huni, hingga pengembangan teknologi desalinasi air.
Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Gandeng 12 Perguruan Tinggi
Tim Legacy R2C dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih Juara 1 kategori Search and Rescue Robot (SAR) dalam kompetisi UNLIMITED 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro di Semarang. Mereka mengembangkan ALCEO, robot berkaki enam yang mampu bernavigasi secara otonom, melewati berbagai rintangan, dan menjalankan misi penyelamatan di arena menantang.
Sukses Kembangkan Robot SAR, Mahasiswa UKSW Raih Juara 1 UNLIMITED 2026
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago Merah
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago Merah
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
[pekok2]