KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tilang Manual Sudah Dilarang, Polisi Tetap Tindak Pelanggar Lalu Lintas yang Ditemui di Jalan

Tilang Manual Sudah Dilarang, Polisi Tetap Tindak Pelanggar Lalu Lintas yang Ditemui di Jalan

Tilang Manual Sudah Dilarang, Polisi Tetap Tindak Pelanggar Lalu Lintas yang Ditemui di Jalan

SEMARANG – Kapolri, Jenderal Listyo Sigit telah mengeluarkan arahan untuk tidak menilang secara manual terhadap pengendara yang melanggar aturan berkendara atau lalu lintas. Untuk menghindari adanya pungli yang dilakukan oleh petugas kepolisian, pemberian sanksi terhadap pelanggar kini dilakukan secara digital menggunakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

Meski demikian, kepolisian tetap akan melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Dirgakum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan menjelaskan, penindakan yang dilakukan tetapi bersifat edukasi yang mengedepankan sosialisasi keselamatan berkendara.

“Kita diarahkan oleh pak Kapolri dalam 2-3 bulan kedepan ini kita melakukan kegiatan simpatik artinya dalam penegakan hukum yang kita lakukan itu lebih mengedepankan kegiatan edukasi sosialisasi kemudian teguran kepada masyarakat yang melanggar,” ujar Brigen Aan saat ditemui dalam acara Konsinyering pemaparan ETLE bersama Jaha Raharja di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (27/10/2022).

“Lalu memaksimalkan penegakan hukum yang berbasi IT dengan ETLE ada yang statis, ETLE Mobile ada ETLE portable. Jadi penegakan hukum tetap kita laksanakan kalau ada pelanggaran tetap kita melakukan penegakan hukum cuman penyelesainnya sekarang menggunakan edukasi pemahaman kepada masyarkaat bahwa kalau masyarakat patuh terhadap aturan yang ada itu salah satu bentuk perlindungan negara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Brigjen Aan menyampaikan, jika kepolisian tidak berbuat apa-apa terhadap pelanggar lalu lintas, maka itu adalah sebuah kesalahan. Menurutnya, jika membiarkan pelanggar lalu lintas sama saja dengan membuat potensi adanya kecelakaan yang fatal.

“Kalau kita melihat ada pelangaran seperti orang gak pakai helm kalau polisi tidak menghentikan tidak berbuat apa-apa itu sudah salah. Membiarkan orang yang berpotensial kecelakaan harus kita tetap berikan peringatan dengan hentikan kepada mereka. Itu salah satu bentuk edukasi dan menyelamatkan minimal satu orang itu agar tidak menjadi korban kecelakaan,” bebernya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho menambahkan. pihaknya akan menjalankan instruksi dari Korlantas Polri. Penindakan pelanggar lalu lintas di Jateng selain menggunakan sistem ETLE atau tilang elektronik direncanakan akan menggunakan drone ETLE.

“Korlantas sudah memberi intruksi bahwa ETLE itu ada statis, mobile. Di jateng yang difasilitasi Dirgakum ada ETLE yang terkoneksi dengan drone. Ini hanya cara saja di Jateng sedang uji coba nanti setelah clear dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia nanti akan kita paparkan di Korlantas semoga bisa dilaksanakan dengan baik,” terangnya.

Rencananya, alat ETLE di Jateng akan ditambah setelah adanya pengkajian yang dilakukan oleh Korlantas Polri dan Polda Jateng. Sedangka untuk penindakan menggunakan drone ETLE akan dilakukan tergantung wilayah mana yang bisa dioperasikan menggunakan drone.

“Penambahan ETLE nanti akan dikaji oleh Dirgakum Korlantas terkait penambahan itu,” bebernya.

“(sasaran drone) Semua di jalan bisa termasuk sasaran kegiatan dimana terus operasionalnya tergantung drone-drone ada caranya tidak setiap jalan itu bisa dioperasinalkan drone jadi nanti asosiasi yang paham dan Korlantas Polri melalui Jateng sedang mengarahkan kolaborasi dengan  Asosiasi Pilot Drone Indonesia untuk latihan operasionalkan drone,” imbuhnya.

Agus berharap, masyarakat bisa terus mematuhi peraturan lalu lintas agar potensi kecelakaan tidak terjadi. Kombes Agus juga mengakui, pelanggaran dari ETLE di Jateng masih terlalu tinggi.

“Di Jateng pelangaran tertangkap ETLE cukup banyak karena seperti yang disampaikan Dirgakum tadi, kita bukan banyak-banyak menindak karena warga Jateng warga kita sendiri tapi kami berharap tidak harus ada penindakan ETLE masyarkaat tidak melanggar,” tutupnya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
[pekok2]