KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tingkir Tengah Pilot Project Kampung Percontohan Biopori di Salatiga

Tingkir Tengah Pilot Project Kampung Percontohan Biopori di Salatiga

Tingkir Tengah Pilot Project Kampung Percontohan Biopori di Salatiga

Pemkot Salatiga meluncurkan Kampung Percontohan Biopori di Perumahan Taman Mutiara, Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, pada Senin, 13 Oktober 2025. Program ini digagas untuk mewujudkan Kota Biopori dan mengurangi sampah organik. Warga membuat 240 lubang biopori secara swadaya dengan pendampingan pemerintah dan Kodim 0714/Salatiga.
Foto dok IST
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin saat meluncurkan kampung percontohan biopori di RW 10 Perumahan Taman Mutiara, Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Kota Salatigaa Sabtu (11/10/2025).

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), semakin serius untuk mewujudkan Kota biopori. Hal itu terbukti dengan dimulainya kampung percontohan biopori yang dilakukan di 10 Perumahan Taman Mutiara, Kelurahan Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir Salatiga.

Acara ini menandai selesainya pembuatan 240 unit biopori secara swadaya oleh warga, sebuah kontribusi nyata menuju target 20.000 lubang biopori di Kota Salatiga.

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin memuji inisiatif warga Perumahan Taman Mutiara yang mau menjadi percontohan kampung biopori. Pihaknya menegaskan, bahwa kegiatan ini adalah bukti otentik dari komitmen lingkungan masyarakat.

“Saya melihat bahwa launching Kampung Percontohan Biopori ini bukan hanya sekadar seremonial, tapi menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap program Salatiga Kota Biopori,” tegas Nina.

Nina juga menyoroti peran ganda biopori, tidak hanya sebagai resapan air, tetapi juga solusi pengelolaan sampah. Dengan adanya biopori di setiap rumah dan biopori komunal, warga Taman Mutiara telah menjadi pionir dalam hal mengurangi volume sampah organik yang berakhir di TPA Ngronggo.

“Warga Perum Taman Mutiara telah berperan besar, membantu mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA Ngronggo. Artinya, tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga membantu Pemerintah Kota mengelola sampah secara lebih bijak dan berkelanjutan. Ini adalah langkah kecil dengan dampak yang luar biasa,” tambahnya.

Dia berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kelurahan Tingkir Tengah akan terus mengawal Perumahan Taman Mutiara dan mendampingi wilayah lain. “Biarlah semangat biopori, semangat peduli lingkungan, dan semangat swadaya ini tumbuh di seluruh penjuru kota,” ujarnya.

Dandim 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, menyebut bahwa masyarakat cerdas adalah mereka yang berorientasi pada lingkungan, yang ia sebut sebagai investasi masa depan.

“Menjaga lingkungan adalah investasi kita untuk anak dan cucu kita, bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan. Yang terpenting adalah partisipasi warga, karena semuanya peran serta warga di sini. Kami (pemerintah dan Kodim) hanya sebagai jembatan, hanya sebagai motor,” ujar Guvta.

Senada Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menyoroti biopori sebagai solusi strategis jangka panjang untuk mengatasi dua masalah klasik Salatiga: banjir dan sampah.

“Alhamdulillah, tadi malam saat hujan deras, banjir sudah berkurang berkat program Jaga Tirta, tetapi itu jangka pendek. Jangka panjangnya adalah biopori. Biopori berfungsi sebagai resapan air, dan yang kedua, ia memungkinkan penanganan sampah organik untuk pembuatan pupuk. Ini bukan hanya program pemerintah, tapi program masyarakat untuk masyarakat,” jelas Dance.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]