UNGARAN – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo yang terletak di Dusun Merakrejo, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang diketahui sudah melebihi kapasitas. Tidak kurang dari 130 ton sampah masuk ke TPA tersebut setiap harinya.
Kondisi itu mengharuskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk mencari solusi agar seluruh sampah yang dihasilkan di Kabupaten Semarang dapat dikelola dengan baik. Salah satunya dengan menggalakkan kembali Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce Reuse Recycle (3R) di masing-masing kecamatan.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat hendaknya bisa dipilah terlebih dahulu di TPS 3R sebelum akhirnya didistribusikan ke TPA Blondo. Tujuannya untuk membatasi jumlah sampah agar tidak semakin over kapasitas.
“Melalui TPS 3R, sampah organik, non organik dan sampah tak terurai seperti besi, seng dan kaca bisa dipilah-pilah. Yang organik dan non organik bisa diolah, sementara yang tidak terurai baru masuk ke TPA Blondo,” ujarnya di Ungaran, Rabu (14/9/2022).
Dengan langkah itu, lanjut Ngesti, diharapkan jumlah sampah yang masuk ke TPA Blondo hanya 20 persen saja. Sedangkan sisanya telah tersaring di TPS 3R. Targetnya setiap kecamatan minimal ada 2 TPS 3R.
“Program ini sudah jalan, harapannya bisa dilakukan di 19 kecamatan yang ada,” katanya.
Kemudian upaya yang lain untuk mengurangi sampah di TPA Blondo, saat ini sudah mulai dilakukan uji coba budidaya maggot. Jumlah sampah organik di kawasan tersebut cukup banyak, sehingga bisa dimanfaatkan untuk sarana budidaya larva lalat tersebut.
“Kebutuhan pakan ayam, bebek dan ikan di Kabupaten Semarang cukup tinggi. Maggot itu yang akan dimanfaatkan sebagai bahan pakan tersebut,” bebernya.
Ngesti mengimbau kepada masyarakat untuk bisa mengelola sampah dengan baik, terutama sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga.
“Mari bersama-sama memilah sampah dari rumah. Jangan dibuang ke sungai dan selokan. Masukkan ke TPS 3R, sisanya baru didistribusikan ke TPA Blondo,” pungkasnya. (win)