URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
KPU Kabupaten Semarang melakukan restrukturisasi dan pengurangan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mempersiapkan Pemilu 2024. Diketahui ada beberapa TPS yang memiliki jumlah pemilih kurang dari 280 orang. Jumlah TPS berkurang dari 3.386 unit menjadi 3.349 unit.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sejumlah TPS Kekurangan Pemilih, KPU Kabupaten Semarang Lakukan Restrukturisasi

Sejumlah TPS Kekurangan Pemilih, KPU Kabupaten Semarang Lakukan Restrukturisasi

Sejumlah TPS Kekurangan Pemilih, KPU Kabupaten Semarang Lakukan Restrukturisasi

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Semarang diketahui kekurangan jumlah pemilih. Atas hal itu, KPU Kabupaten Semarang melakukan restrukturisasi dan pengurangan jumlah TPS dalam mempersiapkan Pemilu 2024.

Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi menuturkan, semula jumlah TPS ada 3.386 unit. Jumlah itu berkurang menjadi 3.349 karena terdapat beberapa alasan.

[irp posts=”46709″ ]

“Salah satunya adalah karena jumlah pemilihnya kurang dari 280 orang, sehingga kami lakukan restrukturisasi,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Senin (13/2/2023).

Dijelaskan Maskup, berdasarkan hal tersebut maka jumlah Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang dilantik pada Minggu (12/2/2023) juga turut berkurang. Hal itu karena 1 Pantarlih bertugas untuk 1 TPS.

“Di Kabupaten Semarang ada yang pemilihnya tidak sampai 280 secara aspek geografis, namun bagi wilayah-wilayah yang tidak terkendala jumlah penduduk, jumlah pemilihnya bisa dimaksimalkan,” terangnya.

Sementara Pantarlih yang telah dilantik langsung mendapatkan bimbingan teknis. Setelahnya, mereka bergerak langsung melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dengan mendatangi penduduk. Coklit dilaksanakan serentak mulai 12 Februari sampai 14 Maret 2023.

“Bagi petugas Pantarlih, langsung coklit dengan mendatangi tokoh agama dan tokoh masyarakat,” jelasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved