RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Truk Bermuatan Bahan Kimia Cair Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Bawen, Muatan Tumpah ke Jalan

Truk Bermuatan Bahan Kimia Cair Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Bawen, Muatan Tumpah ke Jalan

Truk Bermuatan Bahan Kimia Cair Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Bawen, Muatan Tumpah ke Jalan

Petugas Damkar membersihkan material bahan kimia cair dengan cara menyemprotkan air di lokasi kecelakaan karambol KM 438.100 jalur B ruas Tol Bawen, Jumat (3/1/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah kecelakaan karambol melibatkan tiga kendaraan terjadi di Tol Bawen KM 438.100 pada Jumat (3/1/2025) pagi. Truk bermuatan bahan kimia cair berupa Hidrogen Peroksida terlibat insiden yang menyebabkan sebagian muatannya tumpah ke jalan.

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang, Ipda Handriani, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sebuah bus pariwisata Gunung Harta dengan nomor polisi DK 7169 GH melaju dari arah Bawen menuju Semarang dan menabrak truk Colt Diesel bernomor polisi W 8930 CA dari belakang. Truk tersebut terdorong hingga menabrak sebuah mobil Avanza berpelat nomor BN 1617 QK yang berada di depannya.

“Mobil Avanza kehilangan kendali dan berputar arah, kondisinya ringsek di bagian depan. Sementara truk terdorong masuk ke parit di tepi jalan tol,” ungkapnya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Jumat (3/1/2025).

Handriani menjelaskan, muatan bahan kimia cair yang sedianya dikirim dari Solo ke Pekalongan sebagian tumpah ke ruas jalan tol. Untuk mencegah dampak lebih lanjut, pihaknya berkoordinasi dengan PT Trans Marga Jateng (TMJ) segera melakukan sterilisasi lokasi.

“Petugas pemadam kebakaran kami datangkan untuk membersihkan sisa bahan kimia dengan menyemprotkan air agar tidak mengenai kendaraan lain yang melintas,” ungkapnya.

Dalam peristiwa ini, terdapat 1 korban luka ringan yakni kernet truk. Korban telah dievakuasi ke RSUD Gondo Suwarno Ungaran untuk mendapatkan perawatan.

“Korban mendapatkan jahitan di bagian dahi. Alhamdulillah sudah diperbolehkan pulang,” lanjutnya.

Sementara, Manajer Humas PT TMJ Dian Saputra menjelaskan peristiwa ini tidak sampai menimbulkan kemacetan.

“Jalur sudah dibuka normal pada pukul 09.53 meski secara bertahap sebab bersamaan dengan pembersihan material bahan kimia,” jelasnya. (win)

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran