KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Truk Rem Blong di Traffic Light Terminal Banyumanik Semarang, Sejumlah Pemotor Tertabrak

Truk Rem Blong di Traffic Light Terminal Banyumanik Semarang, Sejumlah Pemotor Tertabrak

Truk Rem Blong di Traffic Light Terminal Banyumanik Semarang, Sejumlah Pemotor Tertabrak

SEMARANG – Truk rem blong terjadi di traffic light yang berada di depan Terminal Banyumanik, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang pada Jumat (11/11/2022) sekira pukul 07.15 WIB. Sejumlah pemotor yang sedang berhenti di lampu merah, tertabrak truk yang tak bisa dikendalikan.

Salah satu korban, Gunung mengatakan, kejadian kecelakaan lalu lintas ini terjadi ketika dirinya melaju dari arah Kodam IV/Diponegoro menuju ke arah Patung Kuda sedang berhenti di traffic light sedang warna merah. Lalu ketika menunggu lampu warna hijau, pria berusia 45 tahun itu mendengar suara benturan dan melihat truk bernomor polisi AD-1527-OJ melaju dengan kecepatan yang tidak terlalu kencang.

“Saya dengar suara tapi tidak seperti suara motor jatuh, saya nengok karena mengira pasti ada kecelakaan besar. Ternyata truk sudah dalam posisi menabrak motor-motor di belakang saya,” ujar Gunung saat ditemui di lokasi kejadian.

Karena membahayakan keselamatannya, Gunung dan beberapa pemotor lainnya langsung melompat dari motor untuk menyelamatkan diri. Ia melihat total ada sekitar delapan motor yang tertabrak truk tersebut.

“Karena dari truk hanya berjarak tiga motor, saya memutuskan melompat dan menjatuhkan diri ke trotoar,” paparnya.

Dirinya menjelaskn, lima dari delapan motor yang tertabrak tidak rusak parah dan bisa melanjutkan perjalanan. Motor Gunung termasuk rusak cukup parah dan dibawa petugas Satlantas Polrestabes Semarang untuk pemeriksaan lanjutan.

“Ada yang langsung melanjutkan perjalanan. Tadi ada dua yang dibawa ke rumah sakit, lukanya di kaki. Yang luka tadi yang di tengah posisinya, dia tidak bisa menghindar. Motor yang dibawa tadi tiga,” terangnya.

Sementara itu, truk yang menyeruduk beberapa motor tersebut bisa lngsung berhenti sekitar 30 meter dari traffic light. Sopir truk, Koko, mengaku rem mulai blong tidak jauh dari lokasi tabrakan. Menurutnya, kontur jalan yang menurun membuat rem tidak berfungsi.

“Tidak jauh tadi remnya blong. Kecepatannya tadi juga rendah. Ini mengangkut kantong plastik dari Klaten mau ke Semarang,” terangnya

Petugas Satlantas Polrestabes Semarang langsung menuju lokasi untuk menangani peristiwa tersebut. Hingga pukul 09.28 WIB petugas masih meminta keterangan sopir truk.

“Korban dua dibawa ke RS Hermina dan Banyumanik, mau saya cek lagi,” imbuh petugas Satlantas Polrestabes Semarang yang engga disebut namanya.

Dalam pantauan, petugas kepolisian hingga pukul 10.00 WIB masih di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Sedangkan truk yang blong mulai dievakuasi pukul 10.20 WIB menggunakan mobil derek.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]