URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pendidikan Kota Salatiga menerapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD hingga SMP selama tiga hari, 1–3 September 2025. Kebijakan ini diambil setelah unjuk rasa menimbulkan kericuhan di Salatiga. Kepala Dinas Muh Nasiruddin meminta orangtua dan guru memantau anak agar proses belajar di rumah tetap berjalan aman.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tunggu Situasi Kondusif, Diknas Salatiga Terapkan Pembelajaran Daring 1–3 September

Tunggu Situasi Kondusif, Diknas Salatiga Terapkan Pembelajaran Daring 1–3 September

Tunggu Situasi Kondusif, Diknas Salatiga Terapkan Pembelajaran Daring 1–3 September

Ilustrasi
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dinas Pendidikan Kota Salatiga akhirnya menerapkan pembelajaran daring untuk siswa PAUD hingga SMP selama tiga hari, mulai Senin (1/9/2025) hingga Rabu (3/9/2025).

Kebijakan ini diambil untuk merespons rangkaian aksi unjuk rasa di berbagai daerah, termasuk di Salatiga, selama beberapa hari terakhir. “Sistem pembelajaran daring dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin-Rabu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh Nasiruddin.

Pihaknya berharap situasi kembali kondusif dan segala sesuatunya kembali berjalan normal.
Orangtua dan guru juga diingatkan untuk tetap memantau aktivitas anak. “Kami juga meminta orangtua dan guru tetap memantau dan mengawasi anak-anak selama pembelajaran di rumah,” ujarnya.

Nasiruddin menjelaskan strategi pembelajaran daring diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung. “Selain itu, pastikan anak-anak tidak meninggalkan rumah tanpa pengawasan orangtua,” katanya.

Seperti diketahui, kericuhan terjadi saat unjuk rasa di Mapolres Salatiga pada Jumat (29/8/2025). Dalam aksi tersebut, seorang polisi terluka dan pagar kantor polisi roboh. Sebanyak 42 orang, sebagian besar pelajar SMP dan SMA, ditangkap anggota Satreskrim Polres Salatiga. Mereka kedapatan membawa batu dan senjata tajam saat aksi unjuk rasa.

SE Dinas Pendidikan Salatiga

Hesti Kumalasari salah satu orang tua dari siswa di SD Tingkir mengaku langkah yang diambil Dinas Pendidikan Salatiga sudah bijak, menginggat situasi didalam kota belum kondusif benar. “Saya menurut saja instruksi dinas, demi kebaikan bersama dan keamanan anak sekolah”. Ujarnya singkat.

Pantauan rasikafm.com Senin (1.9.2025) pagi sejumlah sekolah negeri meliburkan siswanya, namun masih ada sekolah swasta yang tetap masuk.

BACA JUGA :

SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
Masih Berseragam TK, Siswa Baru di Ungaran Antusias Jalani Hari Pertama Masuk SD
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Sekolah Rakyat permanen pertama di Jawa Tengah yang berada di Kabupaten Sukoharjo ditargetkan mulai membuka kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026 untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah berkapasitas 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA ini disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui fasilitas berasrama, kurikulum fleksibel, dan dukungan pemerintah pusat serta daerah.
Sekolah Rakyat Permanen Pertama di Jateng Siap Beroperasi, Tampung 1.080 Siswa
Razita Azzalea, siswi SD Muhammadiyah Plus Salatiga, meraih medali pada kompetisi Bahasa Inggris Level 2 dalam Grand Final Nasional OMNAS 15 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jawa Timur. Prestasi tersebut diraih setelah melewati seleksi berjenjang dari tingkat kota hingga provinsi, sekaligus mengharumkan nama sekolah dan Kota Salatiga di ajang akademik tingkat nasional berkat ketekunan belajar, bimbingan guru, serta dukungan keluarga.
Razita Azzalea, Raih Medali di Grand Final Nasional OMNAS 15 di Kampus UNESA

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar