[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Tungku Api Pabrik Tahu Tak Dipadamkan, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Tungku Api Pabrik Tahu Tak Dipadamkan, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Tungku Api Pabrik Tahu Tak Dipadamkan, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Petugas Damkar tengah memadamkan api yang membakar pabrik tahu di kawasan Gedanganak, Ungaran Timur, Kamis (22/4/2021) dini hari. (Foto/ dok Humas Polres Semarang)

UNGARAN – Tiga rumah di kawasan Jatisari, Gedanganak, Ungaran Timur ludes terbakar pada Kamis (22/4/2021) sekira pukul 02.00 dini hari. Ketiga rumah itu terdiri dari pabrik tahu milik Jasman dan Jamal, serta 1 rumah milik Siyono.

Kabid Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Aris Muji Widodo menuturkan, api kali pertama diketahui saat warga hendak membangunkan sahur. Diduga api berasal dari tungku pabrik tahu yang tidak dimatikan usai beroperasi. Tidak ada korban dari kebakaran tersebut. Namun ditotal kerugian mencapai Rp 800 juta.

Dijelaskan Aris, pabrik tahu tersebut mulai beroperasi dari pukul 20.00 sampai pukul 21.00. Setelah selesai produksi pekerja dan pemilik meninggalkan pabrik untuk beristirahat tanpa mematikan api. Dugaan awal, api membakar wajan yang berisi minyak hingga merembet ke kayu dan bangunan di sekitarnya. Pihak damkar menurunkan tiga mobil Damkar dari Pos BPBD Ungaran, Pos Ambarawa, dan Pos Bringin. Api berhasil dijinakkan selama lebih kurang 2 jam.

Aris mengimbau kepada pemilik usaha pengolahan makanan yang menggunakan tungku maupun kompor agar mematikan api hingga benar-benar padam. Terlebih memasuki musim panas, bara sekecil apapun dapat membakar bahan yang mudah terbakar. (win)

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px