KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Usai Bunuh Istrinya, Andre Sempat Ke Rumah Mertua Untuk Bawa Kabur Anak 

Usai Bunuh Istrinya, Andre Sempat Ke Rumah Mertua Untuk Bawa Kabur Anak 

Usai Bunuh Istrinya, Andre Sempat Ke Rumah Mertua Untuk Bawa Kabur Anak 

SEMARANG – Indah Safitri meninggal dunia lantaran dibunuh oleh suaminya sendiri bernama Kanipah alias Andre yang sudah menikah selama 8 tahun.

Ia ditemukan meninggal dunia dalam keadaan bersimbah darah lantaran menerima beberapa luka tusukan di lehernya. [irp posts=”32774″ name=”Wanita Ditemukan Meninggal Dunia Bersimbah Darah Di Ngemplak Simongan, Diduga Korban Pembunuhan “][irp posts=”32769″ name=”Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Dunia Di Ngemplak Simongan Dalam Keadaan Bersimbah Darah”]

Peristiwa pembunuhan itu terjadi di rumah kontrakan yang terletak di jalan Srinindito Baru No. 5 Gang 1 RT 11 RW 1, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat pada Sabtu (15/1/2022) sekira pukul 12.30 WIB.

Usai melakukan perbuatan keji itu, Andre memyempatkan berkunjung kerumah mertuanya di RT 2 RW 3, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat untuk membawa kabur anak paling ragilnya berinisial AZ yang berumur 4 tahun dalam keadaan tangan berlumuran darah.

“Dikira itu habia berantem atau kecelakaan gak tau kalau habis bunuh adik saya. Terus saat sampai dirumah bawa kabur AZ,” ujar kakak korban, Eni Suprapti saat ditemui di rumah duka.

“Sempat dikejar tiga orang, suami saya audah bertemu sama pelaku di Pom bensin Ngemplak Simongan. Namun anak itu tetap direbut oleh pelaku,” tambahnya.

Ia menyebut pelaku sempat kembali ke rumah kontrakannya. Namun, setelah melihat ada mobil kepolisian, pelaku terlihat panik dan langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

“Pisaunya itu sudah tidak ada. Tapi tanganya masih berlumuran darah,” bebernya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbatoruan menerangkan, polisi sudah menemukan pisau yang digunakan untuk menusuk korban tak jauh dari lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban, ditemukan lima tusukan dibagian leher dan kepala.

“Ada 5 tusukan lebih, setelah naik motor pelaku membuang pisau dan kabur,” tuturnya.

Ia menjelaskan, setelah melakukan pembunuhan pelaku sempat pergi ke rumah mertuanya di Jalan Srinindoto Timur, untuk menjemput salah anaknya yang diketahui berusia 4 tahun.

“Keterangan awal mereka menikah dan tinggal bersama. Tadi menurut informasi sempat jemput anaknya dulu di rumah mertuanya,” katanya.

Kasus ini sendiri masih terus diselidiki Polsek Semarang Barat dan Polrestabes Semarang, polisi juga sedang melakukan pengejaran kepada Andre pelaku pembunuhan yang tak lain adalah suami korban.

“Kita sudah kantongi nama pelaku yang tak lain suami korban. Untuk motifnya masih kita dalami,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
[pekok2]