URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengecek pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Kali ini Ganjar mengunjungi SD Karangturi Kota Semarang di Jalan MT Haryono, sembari gowes, Kamis (30/12/2021) pagi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Vaksin Ditemani Ganjar, Dylan Tak Rasakan Jarum Suntik

Vaksin Ditemani Ganjar, Dylan Tak Rasakan Jarum Suntik

Vaksin Ditemani Ganjar, Dylan Tak Rasakan Jarum Suntik

featured-img

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengecek pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Kali ini Ganjar mengunjungi SD Karangturi Kota Semarang di Jalan MT Haryono, sembari gowes, Kamis (30/12/2021) pagi.

Tingkah para siswa SD Karangturi ini berhasil memikat hati Ganjar. Mulai keluguan, kelucuan, dan keberanian mereka dalam berkomunikasi. Salah seorang di antaranya adalah Dylan Amora Prasetyo (8). Saking akrabnya ngobrol dengan Ganjar, Dylan bahkan tidak merasakan jarum suntik yang masuk ke lengan kirinya.

“Sakit nggak disuntiknya? Tadi sudah masuk belum suntikan ya?” tanya Ganjar sesaat setelah nakes menarik suntikan dari lengan Dylan.

“Nggak. Tidak tahu (sudah disuntik), tidak kerasa kok,” ujar Dylan yang belum sadar kalau ia sudah disuntik vaksin dosis pertama.

Sontak jawaban dari Dylan itu membuat Ganjar senang. Dylan pun mendapatkan pujian dari Ganjar karena tidak takut bahkan tidak terasa saat disuntik vaksin.

“Hebat. Mungkin satu sekolahan ini yang paling hebat kamu, karena tidak merasakan suntikan,” kata Ganjar.

Tanggapan Dylan sekali lagi membuat Ganjar terkesan. Dylan mengaku tidak takut karena ia bercita-cita menjadi artis Korea.

“Soalnya aku nanti mau jadi artis Korea jadi harus berani,” ujar Dylan yang diantar orang tuanya untuk ikut vaksin.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon