URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pria mengaku sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang terlibat perdebatan dengan pengendara mobil di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur. Insiden ini terjadi di jalan sempit yang digunakan sebagai pengalihan arus akibat longsor.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Viral! Mengaku Ketua PP Kabupaten Semarang, Pria Ini Ribut dengan Pemobil di Ungaran

Viral! Mengaku Ketua PP Kabupaten Semarang, Pria Ini Ribut dengan Pemobil di Ungaran

Viral! Mengaku Ketua PP Kabupaten Semarang, Pria Ini Ribut dengan Pemobil di Ungaran

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pria mengaku sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang terlibat perdebatan dengan pengendara mobil di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur. Insiden ini terjadi di jalan sempit yang digunakan sebagai pengalihan arus akibat longsor.
Foto: tangkapan layar video warga
Pria bernama Wisnu yang mengaku sebagai Ketua PP Kabupaten Semarang terlibat keributan dengan pemobil saat melintas di ruas jalan Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kamis (11/7/2024).

RASIKAFM.COM | UNGARANSebuah video seorang pria yang mengaku sebagai Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Semarang viral di media sosial. Dalam video berdurasi 3 menit 32 detik itu, tampak seorang pengendara mobil terlibat perdebatan dengan pria tersebut karena kesulitan berpapasan saat keduanya melintas.

Diketahui, lokasi jalan yang dilewati terbilang sempit yakni di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Jalan tersebut merupakan jalan satu arah yang dijadikan pengalihan arus lalu lintas akibat longsornya Jalan Arjuna, Kalongan.

[custom-related-posts title=”Baca Juga :” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Mobil berwarna putih yang dikemudikan seorang wanita tampak melawan arus di ruas jalan tersebut. Diduga, ia enggan memberikan ruang bagi pemobil di depannya agar bisa melintas sehingga sempat terjadi sedikit perdebatan.

Dalam situasi tersebut, tiba-tiba datang seorang pria yang diketahui bernama Wisnu menghampiri pemobil di depan mobil putih dan terlibat adu mulut. “Kowe anake sopo? Arep dadi jagoan nang Kalongan? (Kamu anaknya siapa? Mau jadi jagoan di Kalongan?),” ucap pria tersebut. Tak berhenti sampai di situ, Wisnu yang tampak emosi kemudian melakukan tindakan tidak terpuji dengan menendang mobil.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Semarang, Ali Imron mengonfirmasi bahwa Wisnu merupakan seorang pengurus atau anggotanya.

“Mas Wisnu secara tidak sadar mengatasnamakan Ketua Pemuda Pancasila, itu memang bukan. Saya sangat menyayangkan dan ini menjadi bahan evaluasi kita bersama,” kata Ali Imron, Kamis (11/7/2024) malam.

Wisnu diketahui merupakan pengurus di Divisi Hukum di MPC PP Kabupaten Semarang. Dia juga merupakan pengacara atau lawyer sesuai yang dia klaim juga.

Sementara Kepala Desa Kalongan, Yarmuji berinisiatif mengadakan pertemuan dengan Ali, Wisnu, polisi dan juga perwakilan Badan Kesbangpol Kabupaten Semarang di rumahnya di Desa Kalongan.

“Kami berinisiatif melakukan mediasi untuk menemukan solusi agar tidak menjadikan gaduh. Kedua belah pihak sepakat untuk damai secara kekeluargaan,” kata Yarmuji.

Sebagai informasi, Pengurus PP Kabupaten Semarang rencananya akan bertemu dengan pihak yang terlibat cekcok dengan Wisnu pada Jumat (12/7/2024). (win)

BACA JUGA :

Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved