RASIKAFM.COM | SALATIGA – Adanya pemberitaan di medsos yang menyebut IKN mangkrak dan jadi kota hantu.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak para mahasiswa untuk mengunjungi IKN agar dapat melihat secara langsung ibu kota baru tersebut.
“Saat ini pembangunan gedung untuk eksekutif mulai dari presiden, menteri dan lainnya sudah rampung dan selanjutnya menyusul pembangunan gedung untuk yudikatif ( kehakiman) dan legislatif ( DPR),” kata Gibran di sela- sela talk show di UKSW, Senin 26/1/2026.
“Jadi tidak benar IKN mangkrak, jadi kota hantu, itu hoak. Makanya untuk membuktikannya silahkan datang langsung ke IKN,” imbuh Gibran.
Dikatakannya, beberapa waktu lalu pihaknya juga mengajak para mahasiswa untuk mengunjungi IKN agar bisa melihat ibu kota baru itu dengan mata kepala sendiri, supaya bisa bercerita kondisi nyata di IKN.” Karena selama ini banyak kabar yang tidak benar dan simpang siur tentang IKN. Untuk itu saya akan mengajak dan memfasilitasi mahasiswa UKSW untuk datang ke IKN,” kata Gibran yang disambut riuh seribuan mahasiswa yang hadir.
Dikatakan Gibran, rencananya pemerintah akan mulai berkantor di IKN di tahun 2028, sehingga saat ini sudah ada sekira 4000 ASN yang sudah berkantor di sana.
Gibran juga mengatakan, pindah ke IKN bukan sekedar pindah kantor baru tali yang lebih penting dengan semangat dan gagasan- gagasan baru. ” IKN sangat representatif, mulai dari lingkungannya, perencanaannya, fasilitasnya dan sebagainya,” imbuhnya.
Selain IKN, Gibran juga menekankan pentingnya mengawal proyek-proyek pembangunan di Papua yang saat ini masih berjalan. “Sudah ada beberapa pembangunan di Papua yang on progress. Tugas kita untuk memastikan semua berjalan baik,” ujar Wapres.
Ia menyoroti pembangunan sarana dan prasarana rumah sakit di Jayapura sebagai salah satu prioritas, agar masyarakat Papua tidak perlu lagi berobat ke Makassar. Selain layanan kesehatan, pemerintah juga membenahi berbagai fasilitas sosial, seperti stadion sepak bola, Sekolah Rakyat, hingga pasar.
Rektor UKSW Prof. Intyas Utami menambahkan, saat ini terdapat sekitar 1.000 mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di UKSW. Ia menyebut UKSW menjalin banyak kerja sama dengan berbagai daerah di Papua sebagai bagian dari komitmen pengembangan sumber daya manusia.
Di hadapan Wapres, Prof. Intiyas juga menceritakan sejarah UKSW dan sejumlah deretan prestasi yang diraihnya hjngga saat ini, baik tingkat nasional maupun internasional.