URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pembagian 1.000 paket takjil kepada masyarakat digelar Gerakan Pemuda Ansor Kota Salatiga bersama mitra lokal di halaman PCNU Kota Salatiga, Jl. Kartini, Kamis (5/3/2026). Aksi sosial ini bertujuan menumbuhkan kepedulian Ramadan melalui donasi kader dan dukungan komunitas bagi warga yang menjalankan ibadah puasa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

GP Ansor Salatiga Tebar Ribuan Takjil di Bulan Ramadan

GP Ansor Salatiga Tebar Ribuan Takjil di Bulan Ramadan

GP Ansor Salatiga Tebar Ribuan Takjil di Bulan Ramadan

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Salatiga kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan membagikan 1.000 paket takjil kepada masyarakat. Aksi simpatik ini berlangsung meriah di halaman Gedung PCNU Kota Salatiga, Jl. Kartini, Kamis (05/03/2026) sore.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi kolektif antara donasi para kader Ansor Salatiga dengan dukungan dari mitra lokal, Argotelo Salatiga, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di bulan suci.

Ketua PC GP Ansor Kota Salatiga, H. Abdul Rosyid, menegaskan bahwa agenda berbagi ini telah menjadi tradisi rutin organisasi setiap memasuki bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah mewujudkan kepedulian nyata dengan menyisihkan rezeki bagi masyarakat umum. Kami menyadari posisi kami sebagai Khodimul Ummah, di mana keberadaan Ansor harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh sesama,” ujar Rosyid.

Rosyid juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk Argotelo Salatiga, yang telah bahu-membahu menyukseskan acara. Ia berharap aksi ini membawa keberkahan bagi penerima dan pahala jariyah bagi para donatur.

Melengkapi sisi kemanusiaan tersebut, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kota Salatiga, Abdul Qodir, turut memberikan pandangannya dari sisi spiritual. Menurutnya, berbagi takjil bukan sekadar memberi makanan, melainkan bentuk syukur dan pembersihan diri.

“Kegiatan ini adalah manifestasi dari zikir yang nyata. Kita tidak hanya mengingat Allah di dalam masjid melalui lisan, tetapi juga mengingat makhluk-Nya di jalanan melalui tangan yang memberi,” tutur Abdul Qodir.

Ia juga menambahkan bahwa semangat berbagi ini diharapkan dapat memicu energi positif dan keberkahan bagi Kota Salatiga. “Memberi buka bagi orang yang berpuasa adalah cara kita menjemput rida Allah dengan cara yang paling dicintai-Nya, yaitu memudahkan urusan orang lain,” imbuhnya.

Antusiasme warga di sepanjang Jl. Kartini terlihat tinggi. Banyak pengendara motor dan pejalan kaki yang menyambut hangat pembagian ini. “Sangat terbantu, apalagi kalau terjebak macet dan sudah waktu berbuka. Terima kasih Ansor Salatiga,” ujar salah satu warga yang melintas.

BACA JUGA :

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan BBM di Jawa Tengah dan DIY aman dengan ketahanan stok gasoline mencapai 12,5 hari dan gasoil 14 hari konsumsi normal. Pertamina memantau stok SPBU secara real-time, menambah pasokan dari terminal terdekat bila diperlukan, serta mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Stok BBM di Jateng-DIY Aman, Pertamina Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih predikat terbaik nasional 2026 berkat inovasi wisata edukatif “Super Daddy”. Penghargaan diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada Kepala Desa Lerep Sumaryadi saat Harganas 2026, Rabu (8/7/2026), sebagai apresiasi atas program kebersamaan ayah dan anak yang telah diikuti sekitar 500 keluarga.
Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata "Super Daddy" Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting
Mozza Axillia Gunarsa, remaja 18 tahun asal Desa Gebugan, Bergas, Kabupaten Semarang, belum ditemukan setahun setelah meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Keluarga bersama polisi telah menelusuri sejumlah petunjuk di Semarang, Yogyakarta, Jombang, Indramayu, hingga Solo, tetapi belum menemukan keberadaannya dan berharap Mozza segera pulang.
Setahun Hilang, Keberadaan Gadis Asal Bergas Masih Misterius. Ayahanda: "Pulang, Nak. Katanya mau kuliah di Undip"