URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pembukaan Ngabuburit Fest yang menampilkan ratusan produk UMKM dilakukan oleh Ngesti Nugraha di halaman Masjid Agung Al Mabrur, Kabupaten Semarang, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini digelar untuk mendorong promosi dan penjualan UMKM selama Ramadan dengan menghadirkan sekitar 150 pelaku usaha hingga 15 Maret 2026.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ngabuburit Fest di Ungaran Dibuka, 150 UMKM Nikmati Fasilitas Gratis

Ngabuburit Fest di Ungaran Dibuka, 150 UMKM Nikmati Fasilitas Gratis

Ngabuburit Fest di Ungaran Dibuka, 150 UMKM Nikmati Fasilitas Gratis

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Ketua Panitia Ngabuburit Fest Kabupaten Semarang 2026 mengunjungi salah satu stand UMKM usai membuka acara, Sabtu (7/3/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama Ketua Panitia Ngabuburit Fest Kabupaten Semarang 2026 mengunjungi salah satu stand UMKM usai membuka acara, Sabtu (7/3/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha membuka kegiatan Ngabuburit Fest yang menampilkan berbagai produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di halaman Masjid Agung Al Mabrur, Sabtu (7/3/2026) sore.

Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus penjualan bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Semarang selama bulan Ramadan. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan rebana oleh Bupati Semarang yang diikuti Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, perwakilan Forkompimda, Sekda Valeanto Sukendro, serta sejumlah pejabat lainnya.

Ngesti mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro di daerah, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat membantu UMKM agar terus berkembang dan bergerak. Apalagi menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat meningkat sehingga ini menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, sehingga para pelaku UMKM dapat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperluas pasar.

“Pemerintah daerah tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini karena selain membantu pelaku usaha, juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening berharap kegiatan serupa dapat digelar di beberapa titik lain di wilayah Kabupaten Semarang agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Harapannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun dan juga bisa digelar di beberapa wilayah lain agar pengembangan UMKM lebih merata,” katanya.

Ketua Panitia Ngabuburit Fest, Samsul Ridwan, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 pelaku UMKM yang menempati 95 tenda yang telah disediakan panitia. Acara berlangsung hingga 15 Maret 2026 dengan jam operasional mulai pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini menggandeng berbagai pihak seperti Baznas Kabupaten Semarang, Karang Taruna, himpunan pengusaha, serta sejumlah perbankan.

“Semua fasilitas yang digunakan peserta disediakan secara gratis oleh panitia, mulai dari tenda hingga listrik,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan