URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Semarang semakin mewabah. Tercatat hingga Senin (12/6/2022), total sebanyak 1.675 ekor hewan ternak yang terindikasi PMK, dengan 18 ekor diantaranya mati. Meski demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang belum menetapkan status sebagai kejadian luar biasa (KLB)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wabah PMK Meluas, Kabupaten Semarang Belum Berstatus KLB

Wabah PMK Meluas, Kabupaten Semarang Belum Berstatus KLB

Wabah PMK Meluas, Kabupaten Semarang Belum Berstatus KLB

featured-img

UNGARAN – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Semarang semakin mewabah. Tercatat hingga Senin (12/6/2022), total sebanyak 1.675 ekor hewan ternak yang terindikasi PMK, dengan 18 ekor diantaranya mati. Meski demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang belum menetapkan status sebagai kejadian luar biasa (KLB)

Menurut Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu, penetapan status KLB tidak serta merta dapat dilakukan.

“Untuk penetapan KLB PMK ada beberapa kriteria tertentu,” ujarnya.

Terkait kasus PMK yang kian meluas ini, Bupati Semarang sudah membuat laporan ke Gubernur Jawa Tengah untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian.

“Saat ini masih menunggu instruksi selanjutnya dari Kementerian Pertanian,” katanya.

Meski demikian, ia juga menjelaskan tidak akan ada perbedaan penanganan PMK terkait dengan status KLB maupun bukan KLB, kecuali dalam hal penganggaran yang akan lebih fleksibel. Karena untuk kebutuhan penanganan wabah PMK yang kian meluas dapat menggunakan dana tidak terduga (DTT).

“Saat ini anggaran kita terbatas dan penanganan PMK butuh dana yang besar. Idealnya kita maping dulu berapa jumlah hewan yang sehat, berapa yang kena PMK, baru kita anggarkan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan