URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Waspada, Jalur Utama Dieng Wonosobo-Banjarnegara Retak Rawan Longsor

Waspada, Jalur Utama Dieng Wonosobo-Banjarnegara Retak Rawan Longsor

Waspada, Jalur Utama Dieng Wonosobo-Banjarnegara Retak Rawan Longsor

featured-img

Garis polisi terpasang di jalur utama Dieng Wonosobo-Banjarnegara karena retak-retak. (Foto:iNews/Didik Dono)

RASIKAFM – Jalur utama Dieng yang menghubungkan Kabupaten Wonosobo-Banjarnegara, mengalami retak-retak parah. Selain mengganggu akses jalan, retakan terancam longsor dan mengancam ratusan warga yang berada di bibir jalan.

Retakan tanah di jalan utama Dieng tepatnya di Kilometer 16 Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Retakan sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi 6 meter sehingga membuat talud ambrol. Warga dibantu petugas berinisiatif menahan agar tanah tidak longsor dengan menancapkan puluhan batang bambu.

Menurut Kadus Tieng, Aries Fathoni, ratusan warga yang terdiri dari 24 kepala keluarga di Dusun Wonosari merasa takut dan khawatir jika terjadi hujan deras dalam waktu lama. Hal itu dikhawatirkan terjadi longsor dan mengancam rumah-rumah warga.

Sementara Kapolres Wonosobo, AKBP Ganang Nugroho Widhi mengatakan, retakan tanah di jalur utama Dieng tersebut berpotensi longsor dAn sangat membahayakan. Sebab itu pihaknya menerjunkan anggota untuk menambal retakan tanah dengan batu dan tanah dan melakukan buka tutup jalan.Jalur Tieng merupakan jalur utama menuju kawasan wisata Dieng dan selalu padat kendaraaan. Beberapa tahun lalu pernah terjadi lonsor dan mengakibatkan beberapa warga meninggal dunia.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan