Inflasi di wilayah Jawa pada 2026 tetap terkendali, didukung sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bank Indonesia dalam menjaga pasokan serta stabilitas harga pangan.
Berdasarkan catatan terbaru, inflasi inti tercatat sebesar 2,42 persen (year on year/yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food juga terjaga pada level 3,37 persen (yoy), masih berada dalam kisaran sasaran 3,0–5,0 persen sesuai kesepakatan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat 2026.
Upaya pengendalian inflasi tersebut diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Strategis Wilayah Jawa 2026 yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk menjaga stabilitas pangan di wilayah Jawa.
Dalam jangka pendek, fokus kebijakan diarahkan pada penguatan produksi dan kestabilan pasokan pangan strategis. Langkah tersebut dilakukan melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian, regenerasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, pembiayaan dan perlindungan usaha tani, penguatan offtaker, penguatan kelembagaan pangan daerah, serta optimalisasi kerja sama antardaerah dan distribusi pangan.
Sementara untuk jangka menengah hingga panjang, strategi diarahkan pada penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan melalui pembenahan ekosistem hulu hingga hilir. Beberapa langkah yang disepakati antara lain percepatan perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, penguatan inovasi pertanian, korporatisasi sektor pangan, serta penyusunan neraca pangan daerah yang lebih akurat.
Bank Indonesia menegaskan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi. Fokus utama ke depan yakni meningkatkan produksi pangan guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem, memperbaiki efisiensi logistik pangan, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, diharapkan stabilitas harga pangan tetap terjaga, kesejahteraan petani meningkat, dan daya tahan ekonomi masyarakat di wilayah Pulau Jawa semakin kuat.