RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kebakaran hebat melanda Dusun Jangglengan Desa Dadapayam Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada malam Sabtu, 18 November 2023. Sebanyak 13 rumah warga dilalap api, beruntung tidak ada korban jiwa. Kejadian tersebut diduga dipicu oleh lilin yang digunakan sebagai sumber penerangan akibat padamnya listrik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

13 Rumah di Jangglengan Dadapayam Terbakar, diduga Karena Lilin

13 Rumah di Jangglengan Dadapayam Terbakar, diduga Karena Lilin

13 Rumah di Jangglengan Dadapayam Terbakar, diduga Karena Lilin

13 rumah di dusun Jangglengan Dadapayam terbakar, diduga penyebab dari lilin
featured-img

RASIKAFM.COM | SURUH – Kebakaran hebat menghanguskan sebanyak 13 rumah warga di Dusun Jangglengan Desa Dadapayam Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah Sabtu (18/11/2023) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran itu, sumber api diduga berasal dari lilin yang digunakan untuk penerbangan karena listrik padam.

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga sekitar berupaya memadamkan dengan alat seadanya. Namun akibat material yang mudah terbakar dan angin yang cukup kencang sehingga api cepat membakar bangunan tersebut.

Kepala Dusun Janglengan, Kasyadi mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB saat listrik di daerah tersebut padam.

“Ada 13 bangunan ludes terbakar,” kata Kasyadi (18/11/2023) malam.

Dikatakan, kebakaran tersebut diduga dari sambaran api yang berasal dari lilin. Sebab saat kejadian itu listrik di daerah tersebut padam dan ada warga yang menggunakan lilin sebagai sumber penerangan.“Tadikan mati lampu. Habis itu menyalakan lilin terus langsung terbakar,” ungkap Kasyadi.

Disebutkan, dalam peristiwa nahas tersebut 13 bangunan rumah yang terbakar. Bangunan rumah tersebut milik delapan warga Dusun Jangglengan Desa Dadapayam Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan dalam kebakaran itu mengalami kesulitan, akibat akses jalan yang cukup sulit untuk dilewati. Hingga saat ini petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api.

“Mobil pemadam kebakaran kesulitan untuk memasuki pemukiman warga tersebut, lantaran akses jalan susah serta sumber mata air jauh,” ungkapnya.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditafsirkan mencapai ratusan juta rupiah. Sebab sebagian besar rumah yang terbuat dari kayu tersebut ludes terbakar. Sehingga sementara harus mengungsi di rumah saudara atau tetangga sekitar.

Kepala Dusun Janglengan, Kasyadi

BACA JUGA :

Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Alami Laka Tunggal Rabu Dini Hari, Innova Tergelincir hingga Terbakar di JLS Salatiga
Daihatsu Xenia bernopol D 1712 DW terbakar sekitar 100 meter setelah mengisi BBM di SPBU Kampung Kali, Jalan Mayjen Sutoyo, Semarang, Senin (17/8/2026) malam. Pertamina menyebut pengemudi diketahui merokok sebelum kendaraan terbakar, sementara penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan keterangan resmi kepolisian.
Mobil Xenia Terbakar 100 Meter dari SPBU, Pertamina Soroti Empat Galon BBM
Pengemudi Toyota Innova berinisial SW, warga Ambarawa, diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat terlibat kecelakaan dengan Honda Vario di Jalan Fatmawati, Blotongan, Salatiga, Sabtu (16/8/2026) tengah malam. Korban mengalami luka ringan. Kedua pihak berdamai, sementara polisi tetap menilang SW karena mengemudi dalam pengaruh miras.
Akhir Pelarian Diduga Pelaku Tabrak Lari di Jalan Fatmawati Blotongan, Pelaku dan Korban Damai
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara