URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang pada Senin (20/3/2023) mengakibatkan 148 titik terdampak. Hujan deras disertai angin kencang menumbangkan pohon dan menerbangkan atap rumah di lima desa. Rumah terdampak bencana mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Semarang dengan nilai bantuan tergantung tingkat kerusakan rumah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

148 Titik di Kecamatan Bancak Terdampak Puting Beliung

148 Titik di Kecamatan Bancak Terdampak Puting Beliung

148 Titik di Kecamatan Bancak Terdampak Puting Beliung

Bencana hidrometeorologi di Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang pada Senin (20/3/2023) mengakibatkan 148 titik terdampak. Hujan deras disertai angin kencang menumbangkan pohon dan menerbangkan atap rumah di lima desa. Rumah terdampak bencana mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Semarang dengan nilai bantuan tergantung tingkat kerusakan rumah.
(Foto/win)
Kondisi rumah yang porak poranda terdampak puting beliung di Dusun Womokerto, Kecamatan Bancak, Senin (20/3/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang pada Senin (20/3/2023) mengakibatkan 148 titik di wilayah tersebut terdampak. Bencana hidrometeorologi itu diketahui menumbangkan pohon dan menerbangkan atap rumah yang tersebar di lima desa.

Kadus Wonokerto Arsandi mengatakan hujan deras terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Tak berselang lama, datang angin kencang dengan durasi yang singkat. Salah satu rumah warga yang bernama Ahmad, diketahui tertimpa pohon. Saat itu pemilik rumah beserta anak dan ibunya berada di dalam rumah dan ikut tertimpa reruntuhan.

“Korban langsung dilarikan ke puskesmas mendapatkan perawatan. Pak Ahmad dan anaknya mengalami luka memar di kepala dan kaki,” ujarnya ditemui di lokasi kejadian, Selasa (21/3/2023).

Dijelaskan Arsandi, secara keseluruhan di kecamatan Bancak yang terdampak puting beliung jumlahnya lebih kurang 148 titik yang terbagi di lima desa. Masing-masing Desa Boto jumlahnya 118 titik, kemudian Desa Wonokerto ada 24 titik, Desa Rejosari itu ada 2 dengan kerusakan sedang, Desa Bantal ada 1, dan Desa Plumutan ada 2.

“Untuk kerusakan berat itu rumah roboh di Desa Boto, kemudian yang di Wonokerto itu atap semua kena pohon asam termasuk penghuninya dirujuk ke puskesmas karena luka. Rata-rata kerusakan ada pada genteng yang berjatuhan dan beberapa atapnya yang terbawa angin,” jelasnya.

Sementra Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Juwair Suntara mengatakan setelah mendapatkan laporan pihaknya segera mengirim tim satgas penanggulangan bencana.

“Apa yang diperlukan kemarin sudah didata kemudian berangkat ke lokasi dan membersihkan pohon tumbang yang menutupi ruas jalan yang mengganggu aksesibilitas warga. Alhamdulillah dengan kesigapan kita bersama teman-teman kita di satgas melaksanakan tugas dengan baik dan sudah teratasi,” ungkapnya.

Kemudian terkait dengan beberapa rumah yang tertimpa bencana, jelas Juwair, langkah pertama yang diambil adalah memberikan satu bantuan paket sembako kepada yang terdampak dan melakukan assessment. Dimana Kabupaten Semarang dengan Perbup yang ada memberikan bantuan sosial kepada rumah terdampak bencana.

“Dimana untuk kerusakan tingkat ringan mendapatkan bantuan Rp 3 juta, rusak sedang Rp 5 juta, dan rusak berat Rp 10 juta,” sambungnya. (win)

BACA JUGA :

Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Muhammad Rivai, warga Cebongan, Salatiga, melaporkan penanganan perkara dugaan penipuan dan/atau penggelapan mobil Nissan Grand Livina ke Itwasda Polda Jateng pada Kamis (3/9/2026). Langkah itu dilakukan setelah terdakwa AG divonis 1 tahun 8 bulan, sementara kendaraan milik Rivai senilai sekitar Rp150 juta belum diketahui keberadaannya.
Livina Hilang, Setelah Ketemu tak ada Kejelasan , Korban Melapor ke Itwasda Polda
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved