URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 15 pasangan suami istri (pasutri) di Kota Salatiga mengikuti sidang isbath dan pencatatan pernikahan yang diinisiasi oleh TP PKK Kota Salatiga di Ruang Kaloka Setda Salatiga pada Selasa (12/11/2024). Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membantu warga yang belum memiliki dokumen administrasi sah, sehingga anak-anak mereka dapat memperoleh jaminan sosial.

Mbak Google

KABAR RASIKA

15 Pasutri di Salatiga Ikuti Sidang Isbath Pencatatan Pernikahan

15 Pasutri di Salatiga Ikuti Sidang Isbath Pencatatan Pernikahan

15 Pasutri di Salatiga Ikuti Sidang Isbath Pencatatan Pernikahan

Sebanyak 15 pasangan suami istri (pasutri) di Kota Salatiga mengikuti sidang isbath dan pencatatan pernikahan yang diinisiasi oleh TP PKK Kota Salatiga di Ruang Kaloka Setda Salatiga pada Selasa (12/11/2024). Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membantu warga yang belum memiliki dokumen administrasi sah, sehingga anak-anak mereka dapat memperoleh jaminan sosial.
Foto Arief Rasika
Suasana pencatatan nikah di Ruang Kaloka Setda Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sebanyak 15 pasangan suami istri (pasutri) di Kota Salatiga mengikuti sidang isbath dan pencatatan pernikahan, Selasa (12/11/2024). Kegiatan yang diinisiasi oleh TP PKK Kota Salatiga itu diselenggarakan di Ruang Kaloka Setda Salatiga dan mendapatkan antusias oleh warga Kota Salatiga.

Penjabat Wali Kota Salatiga Yasip Khasani mengatakan, progam one stop service pencatatan pernikahan itu merupakan respon dari PKK yang melihat adanya anak-anak yang bersekolah tidak bisa mengurus jaminan sosial. Sebab orang tuanya tidak memiliki administrasi secara sah.

“Maka muncul inisiatif muncul pencatatan pernikahan ini. Mereka sudah menikah tapi belum dicatatkan,” terang Yasip.

Ditambahkanya dalam program ini pencatatan langsung dilakukan juga oleh kementerian agama Salatiga dan Disdukcapil Kota Salatiga. Progam pertama ini ada 15 pasutri yang mendaftarkan dan mendapatkan pelayanan.

“Ini merupakan piloting dulu, ke depan pemerintah selanjutnya bisa meneruskan ini dalam waktu tertentu. Mungkin satu tahun sekali atau dua tahun sekali. Sehingga persiapan lebih matang,” jelas Yasip.

Diharapkan dengan memiliki administrasi yang sah ini, kata Yasip, semua warga Salatiga memiliki perlindungan jaminan sosial dari negara.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Salatiga Anita Nofiana Yasip Khasani menyebut, tujuan dari program ini mewujudkan masyarakat yang bermartabat. Agar masyarakat mendapatkan kepastian, anak-anak diakui secara hukum, dan terpenuhi jaminan sosial.

“Alhamdulillah ini warga sangat antusias, kemarin ada 100 pasangan yang masuk. Kemudian yang sesuai administrasi dan syariat agama itu ada 15 pasangan. Tahun depan kita targetkan minimal bisa isbath dan catatkan ada 30 pasangan,” jelas Anita.

Diakuinya, berdasarkan data yang diperoleh ada sekitar 125 pasutri di Kota Salatiga yang belum mencatatkan pernikahan. Sehingga pihaknya akan terus menggenjot program tersebut untuk memastikan seluruh warga Salatiga tidak terkendala dalam pengurusan dokumen administrasi.

Caption

Penjabat Wali Kota Salatiga Yasip Khasani saat diwawancarai Media

BACA JUGA :

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved