URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Petani di Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang memanfaatkan drone pertanian bantuan Kementerian Pertanian untuk penyemprotan insektisida di sekitar 100 hektare lahan sawah sebagai langkah antisipasi serangan hama wereng. Teknologi tersebut dinilai lebih efektif dan efisien dibanding penyemprotan manual serta mendukung modernisasi pertanian dan program swasembada pangan di wilayah setempat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone

Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone

Cegah Serangan Wereng, Petani Milenial Gunung Tumpeng Semprotkan Insektisida Pakai Drone

Petani milenial di Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Sekarang yang telah mendapatkan pelatihan mengoperasikan drone untuk menyemprot obat anti wereng menggunakan drone di lahan persawahan setempat, Rabu (9/6/2026). Foto: IST/ dok. warga
Petani milenial di Desa Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Sekarang yang telah mendapatkan pelatihan mengoperasikan drone untuk menyemprot obat anti wereng menggunakan drone di lahan persawahan setempat, Rabu (9/6/2026). Foto: IST/ dok. warga
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Upaya antisipasi serangan hama wereng di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang mulai memanfaatkan teknologi pertanian modern. Petani di Desa Gunung Tumpeng kini menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) berupa drone untuk penyemprotan insektisida pada lahan persawahan seluas sekitar 100 hektare.

Camat Suruh, Vega Lazuardi, mengatakan penggunaan drone merupakan bagian dari langkah mendukung program swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian. Selain penggunaan benih unggul dan perbaikan irigasi, pengendalian hama menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hasil panen.

“Untuk hama wereng alhamdulillah masih terkendali. Total sekitar 100 hektare lahan yang dilakukan penyemprotan menggunakan drone sebagai langkah antisipasi,” kata Vega saat dikonfirmasi, Rabu (9/6/2026).

Menurutnya, drone tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang ditempatkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Suruh. Meski hanya tersedia satu unit untuk satu kecamatan, seluruh petani di wilayah Suruh dapat memanfaatkannya. Pengoperasian drone dilakukan oleh petani yang telah mendapatkan pelatihan khusus sebagai pilot. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan alat berlangsung aman dan efektif.

“Sudah ada petani yang dilatih sebagai pilot drone. Karena alat ini membutuhkan keterampilan khusus agar tidak terjadi kesalahan saat pengoperasian,” ujarnya.

Dalam sekali penerbangan, drone mampu beroperasi selama 15 hingga 30 menit tergantung kondisi angin. Dengan kapasitas tersebut, drone dapat menjangkau area penyemprotan hingga sekitar dua hektare dalam satu kali terbang.

Vega menilai penggunaan drone lebih efektif dibandingkan penyemprotan secara manual. Selain menghemat tenaga kerja, proses penyemprotan juga dapat dilakukan lebih cepat, terutama pada lahan yang lokasinya jauh dan sulit dijangkau.

“Kalau manual petani harus berjalan sambil membawa sprayer. Dengan drone tentu lebih hemat tenaga dan waktu,” jelasnya.

Selain digunakan untuk penyemprotan insektisida pengendali wereng, drone juga dapat dimanfaatkan untuk aplikasi pupuk cair.

“Yang penting tangki penyemprotan harus dibersihkan terlebih dahulu setelah digunakan untuk pestisida,” lanjutnya.

Meski demikian, Vega menyebut ancaman hama yang lebih sulit ditangani di wilayah Suruh saat ini justru berasal dari tikus. Hama tersebut menyerang lintas wilayah, terutama di daerah perbatasan Kecamatan Suruh dan Susukan.

Berdasarkan data hingga April 2026, dari total luas lahan pertanian 4.493 hektare baik sawah maupun non-sawah di Kecamatan Suruh, yang mengalami puso akibat serangan tikus mencapai sekitar 15 hingga 18 hektare.

“Upaya pengendalian berupa gropyokan sudah dilakukan, tapi sepertinya belum terlalu efektif. Semoga tidak bertambah luasannya,” urainya.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Suruh membuka peluang penambahan operator drone melalui pelatihan lanjutan. Vega menilai keterlibatan generasi muda menjadi penting dalam mendukung modernisasi sektor pertanian.

“Program Pak Bupati soal petani milenial itu sangat bagus, mereka dibutuhkan untuk mengoperasikan teknologi seperti drone. Anak-anak muda lebih cepat beradaptasi dengan teknologi pertanian modern,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026