BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang merilis prakiraan pasang surut dan cuaca maritim untuk wilayah Perairan Semarang–Demak pada Kamis, 25 Juni 2026. Secara umum, kondisi perairan diprakirakan relatif kondusif dengan cuaca cerah berawan hingga cerah, gelombang rendah, serta arus laut yang masih berada pada kategori lemah hingga sedang.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim, kondisi perairan Semarang–Demak didominasi cuaca cerah berawan sejak pagi hingga malam hari. Suhu udara berkisar 26–32 derajat Celsius dengan kelembapan relatif antara 67 hingga 85 persen.
Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 6–15 knot dan kecepatan gust mencapai 16–18 knot. Sementara itu, arus laut bergerak dengan kecepatan sekitar 0,69–1,19 knot. Tinggi gelombang umumnya berada pada kisaran 0,5–1,25 meter yang tergolong rendah dan masih mendukung aktivitas pelayaran skala kecil hingga menengah.
Data pasang surut harian Semarang menunjukkan tinggi muka air laut terendah mencapai 0,2 meter yang terjadi pada pukul 23.00 hingga 24.00 WIB. Sementara itu, pasang maksimum mencapai 0,8 meter.
Puncak pasang pertama terjadi pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB dengan tinggi muka air laut sekitar 0,8 meter. Setelah mengalami penurunan bertahap menjadi 0,7 meter pada rentang pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, muka air laut kembali meningkat dan mencapai pasang maksimum kedua pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB dengan ketinggian yang sama, yakni 0,8 meter.
Garis Mean Sea Level (MSL) berada pada kisaran 0,6 meter. Selama periode siang hingga sore, muka air laut berada di atas MSL sehingga perlu menjadi perhatian bagi wilayah pesisir yang rentan terhadap genangan pasang atau rob, terutama di kawasan pesisir Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan sejumlah titik pesisir utara Jawa Tengah.
Untuk periode 25–27 Juni 2026, suhu permukaan laut diprakirakan sekitar 30 derajat Celsius. Arah arus dominan bergerak ke sektor barat daya (SW) dengan kecepatan 0,64–1,14 knot.
Pada Jumat (26/6/2026) dan Sabtu (27/6/2026), kondisi cuaca masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Tinggi gelombang tetap berada pada kisaran 0,5–1,25 meter. Kecepatan angin berkisar 8–15 knot dengan hembusan maksimum mencapai 23 knot.
Kombinasi pasang laut maksimum, gelombang rendah, dan cuaca yang relatif cerah diperkirakan tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas pelayaran. Namun, kenaikan muka air laut pada periode pasang tertinggi tetap berpotensi meningkatkan genangan di kawasan pesisir rendah dan area tambak yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.
Masyarakat pesisir, nelayan, operator pelabuhan, serta pelaku usaha perikanan diimbau memperhatikan pembaruan informasi cuaca dan pasang surut dari BMKG, khususnya pada periode siang hingga sore saat muka air laut mencapai titik tertinggi.
Sumber Data: BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang dan data pasang surut PUSHIDROS TNI AL, prakiraan 25 Juni 2026.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Kamis, 25 Juni 2026 pic.twitter.com/eGqWy6bopv
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 24, 2026



