URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global melalui kebijakan suku bunga, intervensi pasar valuta asing, dan penguatan likuiditas perbankan. Dalam media briefing di Semarang, Kamis (25/6/2026), BI menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BI Jateng: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Dijaga

BI Jateng: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Dijaga

BI Jateng: Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Dijaga

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho saat memberikan keterangan dalam Media Briefing
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho saat memberikan keterangan dalam Media Briefing
featured-img

SEMARANG – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Di saat yang sama, bank sentral juga memastikan berbagai kebijakan tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor, mengendalikan inflasi, dan memastikan perekonomian tetap tumbuh secara sehat.

“Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah untuk menjaga stabilitas rupiah, baik melalui kebijakan suku bunga, intervensi di pasar valuta asing, maupun penguatan likuiditas perbankan,” ujarnya dalam media briefing di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (25/6/2026).

Langkah tersebut sejalan dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang pada 18 Juni 2026 kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan itu ditempuh sebagai upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus langkah antisipatif untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah.

Menurut Nugroho, kebijakan suku bunga bukan satu-satunya instrumen yang digunakan BI. Intervensi di pasar valuta asing juga terus dilakukan melalui transaksi spot maupun Non-Deliverable Forward (NDF) untuk meredam gejolak nilai tukar dan menjaga mekanisme pasar tetap berjalan secara sehat.

Selain menjaga stabilitas rupiah, BI juga memastikan likuiditas perbankan tetap memadai agar penyaluran kredit kepada dunia usaha tidak terganggu. Salah satu instrumen yang digunakan adalah penyediaan fasilitas repo surat berharga dengan tenor tiga hingga 12 bulan bagi bank yang membutuhkan tambahan likuiditas.

“Kami ingin stabilitas terjaga, tetapi pada saat yang sama fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan sehingga dunia usaha tetap mendapatkan dukungan pembiayaan,” katanya.

Di sisi lain, BI terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional melalui skema Local Currency Transaction (LCT) dan pengembangan sistem pembayaran lintas negara atau cross-border payment. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Untuk mengendalikan permintaan valuta asing yang bersifat spekulatif, Bank Indonesia juga memperketat transaksi valas tanpa underlying atau transaksi yang tidak didukung kebutuhan riil. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan devisa di pasar domestik.

Sementara dari sisi pasokan devisa, BI membuka ruang yang lebih besar bagi perbankan untuk mengakses pendanaan luar negeri secara terukur guna memperkuat likuiditas dan kapasitas pembiayaan sektor produktif.

Meski fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas, Bank Indonesia menegaskan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank sentral terus memperluas digitalisasi pembayaran, memperkuat ekosistem UMKM, meningkatkan inklusi keuangan, serta mendorong pengembangan ekonomi hijau dan keuangan berkelanjutan.

Nugroho menambahkan, tantangan ekonomi global yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga negara maju, dan dinamika arus modal internasional menuntut koordinasi yang erat antara Bank Indonesia, pemerintah, dan otoritas sektor keuangan.

“Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan. Stabilitas ekonomi harus tetap terjaga, tetapi momentum pertumbuhan juga harus terus didorong agar manfaatnya dirasakan masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang
Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah...
Seorang remaja berinisial MYN (21), warga Kabupaten Purworejo, meninggal dunia setelah tenggelam di dam Sungai Kalimojo, Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (3/8/2026) sore. Korban diduga tenggelam usai melompat ke sungai saat bermain bersama rekannya, kemudian dievakuasi oleh warga, polisi, PMI, dan relawan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Berenang di Sungai Kalimojo Tengaran, Remaja asal Purworejo Tenggelam
Seorang remaja berinisial MYN (21), warga Kabupaten Purworejo, meninggal dunia setelah tenggelam di dam Sungai Kalimojo, Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin...
Sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi yang terjadi setiap tahun ini membuat warga bergantung pada bantuan droping air, sementara pemerintah dusun terus berupaya mencari solusi permanen melalui pengeboran sumur bersama pemerintah dan BNPB.
870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping
Sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi yang terjadi setiap tahun...
04 Agustus 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 08.00–14
04 Agustus 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 08.00–14.00 WIB, Tinggi Air Maksimum 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di perairan Semarang terjadi pada Selasa (4/8/2026) pukul 08.00–14.00 WIB dengan tinggi muka air laut...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 4 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 26,7 derajat Celsius dengan kelembapan 76 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, dan sekitarnya pada sore hingga awal malam.
04 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 4 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30...

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved