URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Kades Kemetul Agus Sudibyo pamerkan beras sehat hasil panen dengan menggunakan Great Farm (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SUSUKAN– Petani di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mulai mengembangkan pola pertanian semi organik untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menaikkan nilai jual hasil panen.

Melalui dem area seluas 10 hektare, sebanyak 21 petani tergabung dalam pengembangan padi semi organik yang digagas Gapoktan Sido Mulyo. Hasilnya, produktivitas padi menunjukkan peningkatan dari musim tanam ke musim tanam.

Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo mengatakan, program tersebut saat ini masih berada dalam tahap menuju produksi beras sehat.

“Ini masih semi organik menuju beras sehat. Untuk dem area ada 10 hektare dengan keterlibatan sekitar 21 petani,” ujar Agus.

Menurut dia, pengembangan padi semi organik telah berjalan hampir tiga tahun. Pada awalnya, hasil panen berada di kisaran 6,7 ton per hektare. Namun, setelah dilakukan perbaikan pola budidaya, produktivitas meningkat.

“Pada panen terakhir, hasil terbaik dari dem area 10 hektare berdasarkan pengubinan BPS mencapai 9 ton 24 kilogram per hektare. Sedangkan hasil terendah sekitar 8,2 ton per hektare,” katanya.

Agus mengatakan, peningkatan produksi menjadi salah satu indikator keberhasilan program. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana hasil pertanian tersebut memberikan nilai tambah bagi petani.

Menurut dia, selama ini sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk gabah. Ke depan, Desa Kemetul ingin mendorong agar produk yang keluar sudah berupa beras siap konsumsi.

“Harapan kami, hasil pertanian dari Desa Kemetul tidak hanya keluar dalam bentuk gabah, tetapi sudah menjadi beras. Dengan begitu nilai tambah bisa dirasakan petani,” ujar Agus.

Menyasar Konsumen Menengah Atas
Produk Great Farm hasil karya warga Kemetul

Agus mengatakan, beras semi organik memiliki peluang untuk masuk pasar dengan segmen konsumen yang lebih memperhatikan kualitas pangan.

Pihaknya telah mencoba memasarkan produk tersebut ke sejumlah konsumen di Kota Semarang dan Kota Salatiga.

“Kami sudah mencoba pasar menengah ke atas. Untuk beras semi organik atau beras sehat bisa mencapai Rp20.000 per kilogram,” katanya.

Meski demikian, pemasaran saat ini masih dilakukan secara terbatas melalui jaringan pribadi dan relasi.

“Kami masih door to door mengenalkan produk kepada teman-teman dan jaringan yang ada. Ke depan tentu membutuhkan dukungan agar pemasaran bisa lebih luas,” ujarnya.

Selain mengembangkan padi semi organik, Desa Kemetul juga mengembangkan konsep pemanfaatan limbah atau zero waste.

Agus menjelaskan, limbah tahu diolah menjadi sejumlah produk turunan, salah satunya pupuk organik cair (POC) pertanian yang kini ia beri label Great Farm.

“Dari pengolahan limbah tahu bisa menjadi pupuk organik cair, kecap, biofit, serta ampas tahu yang dimanfaatkan untuk pelet pakan ternak,” katanya.

Menurut Agus, produk pupuk organik cair tersebut telah melalui uji efektivitas dan uji mutu. Saat ini pihaknya masih dalam proses pengurusan perizinan sebelum dipasarkan.

“Kami berharap ada dukungan pemerintah agar produk ini bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha yang hadir di desa Kemetul mengatakan pertanian semi organik terbukti mampu meningkatkan hasil produksi petani. Menurutnya, hasil panen padi semi organik dapat mencapai sekitar 9,2 ton gabah kering panen per hektare.

Pemerintah Kabupaten Semarang juga terus mendorong penggunaan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi dan menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Agus saat diwancara Rasika FM

BACA JUGA :

Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga