RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Mengaku Bersyukur atas RUU TNI, Warga di Salatiga Berbagi Takjil di ABC

Mengaku Bersyukur atas RUU TNI, Warga di Salatiga Berbagi Takjil di ABC

Mengaku Bersyukur atas RUU TNI, Warga di Salatiga Berbagi Takjil di ABC

Sekelompok warga saat bagikan Takjil di ABC Salatiga Rabu (26/3/2025). Foto Arief Rasika

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sekelompok warga dari berbagai elemen masyarakat di Salatiga menggelar aksi berbagi takjil di perempatan ABC, Jalan Jenderal Sudirman, pada Rabu (26/3/25) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan rasa syukur atas disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI oleh DPR RI.

Sekitar 50 orang dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, pekerja, pelajar, dan anggota Karang Taruna Kelurahan Kalicacing, ikut serta dalam aksi yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 17.55 WIB. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Bagas, yang menyatakan bahwa aksi mereka bertujuan untuk menyuarakan komitmen dalam menjaga stabilitas nasional dan menolak upaya melemahkan institusi TNI.

“Kami sangat mendukung dan tidak mempermasalahkan terkait dengan disahkannya RUU TNI oleh DPR RI,” ujar Bagas dalam pernyataannya.

Menurutnya, dibandingkan turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi, lebih baik menyalurkan aspirasi melalui kegiatan positif seperti berbagi takjil di bulan Ramadan.

Revisi UU TNI ini dianggap sebagai isu penting dan mendesak yang perlu diterima oleh masyarakat. Para peserta aksi berharap warga Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang dapat memahami urgensi perubahan ini.

“Hukum harus mengalami pembaruan sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, revisi UU TNI yang awalnya dibuat pada tahun 2004 kini disesuaikan dengan kebutuhan di tahun 2025,” tambahnya.

Aksi berbagi takjil ini berlangsung dengan tertib dan aman, mendapat sambutan positif dari masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan.

Bagas saat berikan keterangan pers

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana