URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Program Serapan Gabah dan Beras (Sergab) merupakan inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Semarang. Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, menyampaikan hal ini di Ungaran pada Rabu, 9 April 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dispertanikap Sebut Program ‘Sergab’ Peluang Besar Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Dispertanikap Sebut Program ‘Sergab’ Peluang Besar Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Dispertanikap Sebut Program ‘Sergab’ Peluang Besar Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Petugas sedang 'unboxing' drone penyemprot pestisida, bantuan dari Dispertanikap Kabupaten Semarang di BPP Tuntang beberapa waktu lalu. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Program Serapan Gabah dan Beras (Sergab) yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dinilai sebagai peluang besar bagi petani di Kabupaten Semarang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno, mengatakan bahwa program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian melalui perluasan lahan baku sawah (LBS). Selain itu, petani juga akan mendapatkan kepastian harga panen yang lebih baik.

Menurut Edy, program Sergab merupakan terobosan yang belum pernah ada sebelumnya. Melalui program ini, Bulog diberikan mandat untuk menyerap gabah dan beras dari petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram, yang diyakini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.

“Program ini diharapkan dapat memotivasi petani di Kabupaten Semarang untuk lebih bersemangat dalam meningkatkan produktivitas mereka,” ujar Edy saat ditemui di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (9/4/2025).

Edy menambahkan, dengan adanya program ini, Bulog akan langsung membeli gabah dari petani, sehingga dapat memangkas rantai distribusi pasar dan memastikan harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan untuk meningkatkan sistem pengairan, terutama untuk lahan pertanian tadah hujan. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil panen per hektare dan indeks produksi pertanian (IP).

“Ini akan memberikan efek positif yang besar bagi petani, karena harga pembelian yang ditetapkan oleh Bulog cukup kompetitif,” lanjutnya.

Edy juga menyebutkan bahwa program Sergab sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Semarang dalam mendorong modernisasi pertanian. Sejak tahun 2024, sejumlah Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Kabupaten Semarang telah dilengkapi dengan berbagai alat dan mesin pertanian modern, seperti transplanter, drone untuk pemupukan dan pengendalian hama, mini combine, serta cultivator.

“Dengan adanya alat dan mesin pertanian modern, program ini menjadi peluang besar bagi petani di Kabupaten Semarang untuk meningkatkan hasil pertanian mereka,” tambah Edy. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved