RASIKA FM.COM | SALATIGA – Rencana Wali Kota Salatiga Robby Hernawan yang akan merelokasi pedagang pasar pagi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah menuai pro-kontra di masyarakat. Rencananya penataan kawasan tersebut akan digunakan untuk pembangunan pasar modern. Sehingga para pedagang pasar pagi harus dipindahkan dari lokasi tersebut.
Menanggapi hal itu, Guru Besar Ekonomi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Prof Gatot Sasongko angkat bicara. Dia menjelaskan, pasar merupakan pertemuan antara penjual dan pembeli. Namun banyak yang terlibat dalam ekosistem pasar. Bukan hanya penjual dan pembeli yang terlibat, tetapi banyak pihak antara lain, seperti pengguna jalan (masyarakat), sopir alat transportasi, tukang parkir, tukang ojek, dan sebagainya.
”Sehingga dampak relokasi tidak hanya terbatas pada penjual dan pembeli. Secara teori, pasar yang keberadaan tadinya terbentuk tanpa campur tangan pemerintah, ketika ada campur tangan pemerintah akan ada kerugian sosial (deadweight loss),” terang Prof Gatot.
Dijelaskan, campur tangan dengan dalih penataan bisa jadi akan menguntungkan pengguna Jalan Jendral Sudirman. Sebab perjalanan menjadi lancar, tetapi akan merugikan pengguna jalan ditempat relokasi atau hanya memindah kemacetan.
”Dari sisi pengguna jalan, keuntungan didapatkan oleh pengguna jalan di Jalan Jendral Sudirman. Namun akan menjadi kerugian pengguna jalan di Pasar Rejosari yang lebar jalannya justru lebih sempit,” ungkap Gatot.
Dari sudut pandang pembeli, kata Prof Gatot, pembeli di dekat Pasar Rejosari diuntungkan karena lebih dekat, tetapi pembeli lain yang jumlahnya lebih banyak akan dirugikan. Sebab mereka lebih jauh untuk membeli barang yang diinginkan.
”Kemudian tempat parkir di tempat baru, yang bisa digunakan lebih sempit. Belum lagi tempat yang baru tentu membutuhkan waktu untuk mencari pedagang langganannya. Karena biasanya pembeli sudah mempunyai langganan tempat membeli barang,” kata Prof Gatot.
Diakuinya, dalam rencana relokasi itu, pihak yang paling dirugikan adalah penjual. Sebab dengan tempat yang baru berarti harus mencari pelanggan baru. Sisi lain, kalau di di Pasar Rejosari sudah ada penjual yang menjual barang yang sama, kedatangan penjual baru akan merugikan pedagang lama karena ada pesaing baru.
”Segi lain yang perlu dipertimbangkan adalah tempat parkir, lapak tempat berjualan dan fasilitas lain yang diperlukan,” ujarnya.
Terkait dengan rencana penggunaan kawasan Jalan Jenderal Sudirman untuk pembangunan pasar modern atau hal lainnya, lanjut Prof Gatot, revitalisasi lokasi tersebut perlu direncanakan secara matang. Termasuk kemana pedagang akan direlokasi ke tempat yang baru.
Berdasarkan pertimbangan itu seharusnya dipikirkan oleh pemangku kebijakan sebelum rencana relokasi dilakukan. Selain itu, Pasar Pagi oleh beberapa pihak dianggap semrawut. Namun seharusnya lokasi tersebut bisa ditata lebih baik dan tidak menimbulkan masalah.
”Seharusnya pasar pagi itu bisa ditata tidak harus dengan memindahkan mereka. Penataan lapak tempat berjualan, pengaturan waktu berjualan, penataan parkir dan masih dimungkinkan untuk dilakukan. Di satu pihak untuk menghindarkan kerugian sosial, di pihak lain mendorong munculnya daerah pertumbuhan baru,” tegas Prof Gatot.
[audio_player]
[posts_like_dislike]
Rencana relokasi pedagang pasar pagi untuk pembangunan pasar modern menuai pro-kontra di tengah masyarakat. Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menjadi sosok di balik kebijakan tersebut. Kebijakan ini menyasar kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Wacana ini mencuat dalam waktu dekat seiring rencana penataan kawasan kota.
Mbak Google
KABAR RASIKA
Begini Tanggapan Guru Besar UKSW soal Pemindahan Pasar Pagi Salatiga
Begini Tanggapan Guru Besar UKSW soal Pemindahan Pasar Pagi Salatiga
Begini Tanggapan Guru Besar UKSW soal Pemindahan Pasar Pagi Salatiga
BACA JUGA :
Muat Lebih
Loading...
10 September 2026
INFOGRAFIS
Kabar Terkini
Adu Cepat Pushbike, Ratusan Pembalap Cilik Serbu SalatigaSebanyak 337 pembalap cilik berusia 2–9 tahun mengikuti Pushbike Salatiga Heavy Race pada Minggu (18/10/2026). Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera dan Sulawesi. Kompetisi sepeda tanpa pedal ini dibagi berdasarkan kelompok usia dan menjadi ajang untuk melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, serta mental berkompetisi sejak dini. 19/10/2026| Arief Syarifudin
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 MilyarKebakaran melanda tiga rumah warga di Ngentak, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Sabtu (17/10/2026). Petugas Damkar Kota Salatiga bersama tim gabungan berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.25 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kerugian sementara ditaksir mencapai Rp1 miliar. Dugaan awal kebakaran akibat korsleting listrik masih diselidiki. 17/10/2026| Arief Syarifudin
Prihatin Suryaningtyas, Guru SMP Muhammadiyah Salatiga Lolos Belajar Gratis ke KoreaPrihatin Suryaningtyas, guru IPA SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, lolos seleksi nasional Program Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) 2026, hasil kerja sama Kemendikdasmen RI dengan lembaga pendidikan Gangwon, Korea Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Prihatin dijadwalkan mengikuti pelatihan lapangan di Korea Selatan pada 17–24 Oktober 2026. 17/10/2026| Arief Syarifudin
Sidorejo Kidul Kekeringan, Pemkot Salatiga Distribusi 5.000 Liter Air, Cukupkah?Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meninjau penyaluran 5.000 liter air bersih bagi warga Druju, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, pada 14 Oktober 2026. Bantuan dari PDAM Kota Salatiga tersebut menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kekeringan. BPBD melakukan verifikasi laporan sebelum mendistribusikan air dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran selama musim kemarau. 17/10/2026| Arief Syarifudin
Polda Jateng Bongkar 3 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Pertamina Pastikan Stok AmanPertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengapresiasi Polda Jawa Tengah yang mengungkap tiga perkara penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Pertamina memastikan stok energi di Jawa Tengah dan DIY tetap aman, dengan ketahanan Pertalite 6,7 kali konsumsi harian, Biosolar 16,3 kali, dan LPG 3,5 kali. Pengawasan juga diperkuat setelah ratusan lembaga penyalur dikenai sanksi. 17/10/2026| Haris WB
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago MerahKebakaran melanda kandang sapi dan dapur milik warga di Sugihwaras, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jumat (16/10/2026) pagi. Api diduga dipicu korsleting listrik dan menghanguskan bangunan berukuran 6 x 12 meter yang berisi tiga sepeda motor serta sejumlah perabot. Damkar Salatiga berhasil memadamkan api sekitar pukul 08.25 WIB tanpa korban jiwa. 16/10/2026| Arief Syarifudin
Diduga ODGJ Bakar Sampah, Api Sambar Satu Hektare Lahan dan Bangunan di SMPN 1 BawenKebakaran melanda lahan perkebunan seluas sekitar satu hektare di lingkungan SMPN 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (15/10/2026) malam. Api merembet hingga merusak sebagian atap gudang dan kamar mandi sekolah. Petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan berhasil memadamkan api pada pukul 21.45 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka, sementara kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. 16/10/2026| Erwin Maarif
Terpopuler
-
#1
Kandang Sapi di Salatiga Terbakar, Tiga Sepeda Motor Hangus Dilalap Sijago Merah
16/10/2026
-
#2
Hadir di Kampung Telo, Muhaimin Iskandar Beri Penghargaan Pengusaha UMKM Salatiga Berbasis Singkong
15/10/2026
-
#3
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
14/10/2026
-
#4
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
13/05/2025
-
#5
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
17/10/2026
POPULER
[pekok2]