URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 21 dari 98 kontainer sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang mengalami kerusakan berat hingga tidak bisa digunakan, sementara sebagian besar lainnya rusak ringan hingga sedang namun tetap dioperasikan. Sekretaris DLH Kabupaten Semarang, Sri Utami, mengungkapkan kondisi tersebut saat ditemui di garasi dump truck DLH pada Kamis, 24 Juli 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Puluhan Kontainer Sampah Milik DLH Kabupaten Semarang Rusak Parah

Puluhan Kontainer Sampah Milik DLH Kabupaten Semarang Rusak Parah

Puluhan Kontainer Sampah Milik DLH Kabupaten Semarang Rusak Parah

Kondisi kontainer sampah milik DLH Kabupaten Semarang yang rusak parah akibat terkikis karat, Kamis (24/7/2025). Foto: win
Kondisi kontainer sampah milik DLH Kabupaten Semarang yang rusak parah akibat terkikis karat, Kamis (24/7/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi kontainer sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang memprihatinkan. Banyak di antaranya mengalami kerusakan berat, dengan bagian dasar dan dinding yang keropos akibat korosi.

Sekretaris DLH Kabupaten Semarang, Sri Utami, menyebut saat ini terdapat 98 kontainer sampah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 kontainer mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan. Sementara 64 lainnya dalam kondisi rusak ringan, sedang, hingga berat, namun masih tetap dioperasikan.

“Pemeliharaan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan. Idealnya memang beli baru itu lebih efektif, tapi karena keterbatasan anggaran, kami maksimalkan upaya perbaikan,” kata dia saat dijumpai di garasi dump truck DLH Kabupaten Semarang, Kamis (24/7/2025).

Menurutnya, anggaran pemeliharaan kontainer, termasuk truk pengangkut sampah, hanya sebesar Rp410 juta. Karena itu, pemeliharaan dilakukan seefisien mungkin. Ia juga mengakui masih ada armada yang tampilannya kurang layak.

“Harapan kami ke depan tidak ada lagi truk sampah yang ditambal sprei dan lain-lain. Kami terus berupaya agar layanan makin baik,” lanjutnya.

Selain kontainer, kondisi truk pengangkut sampah juga menjadi perhatian. Dari 15 unit dump truck, hanya 13 yang masih operasional. Sementara untuk arm roll, 11 unit dalam kondisi baik.

“Sebagian besar truk kami usianya sudah tua, ibarat manusia, fungsi organnya menurun. Tapi kami tetap upayakan perawatan agar bisa tetap melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Wisnu Wahyudi, menyoroti kualitas material pada kontainer yang dinilai tidak sesuai standar. Menurutnya, seharusnya plat besi yang digunakan memiliki ketebalan minimal 3 milimeter untuk dasar dan 2 milimeter untuk dinding.

“Kalau kita lihat langsung tadi, memang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Banyak angkutan sampah yang kondisinya bolong-bolong,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar ke depan pemeliharaan diserahkan kepada tenaga yang lebih profesional. “Perlu orang yang benar-benar paham, bisa ngelas, dan tahu standar perawatan kontainer sampah,” tambahnya.

Meski demikian, Wisnu menilai dampak terhadap masyarakat lebih kepada keterlambatan pelayanan. “Kalau kontainer penuh, ya harus menunggu kontainer pengganti. Dampaknya ke warga lebih pada waktu pelayanan, bukan secara langsung,” urainya.

Lebih lanjut, ia berharap tampilan armada pengangkut sampah ke depan bisa lebih layak. “Kita paham truk-truk itu tidak sampai menjatuhkan sampah di jalan, tapi kalau tampak seperti keranjang bolong, ya tidak elok dilihat,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved