URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SPPG Ledok Argomulyo memastikan kualitas bahan baku program MGB oleh tim dapur di Jalan Argo Pratolo, Salatiga, Jumat 26 September 2025. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesehatan 3.836 penerima manfaat. Prosesnya melalui penyortiran, pemisahan bahan, pendinginan, hingga distribusi cepat dengan standar higienitas ketat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sajikan Makanan Sehat SPPG Ledok Salatiga Gunakan Bahan Berkualitas

Sajikan Makanan Sehat SPPG Ledok Salatiga Gunakan Bahan Berkualitas

Sajikan Makanan Sehat SPPG Ledok Salatiga Gunakan Bahan Berkualitas

Salah satu sudut dapur di SPPG Ledok Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ledok Argomulyo Salatiga selalu melakukan kontrol kualitas terhadap bahan baku yang akan dimasak dalam program MGB setiap harinya.

Kepala SPPG memastikan kebersihan dan higienitas dapur, dengan menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, sebelum disajikan, menyimpan sampel makanan, dan distribusi segera dilakukan untuk menjaga kesegaran makanan.

Kepada rasikafm.com, Dani Ismail Putera Ibrahim SH., Kepala SPPG Ledok Argomulyo Salatiga mengatakan

Setiap hari pihaknya selalu memastikan semua bahan baku (sayur, daging, beras) yang datang benar-benar segar dan layak konsumsi sebelum diolah. Tim dapur juga melakukan penyortiran bahan-bahan sebelum dimasak.

“Kami juga pisahkan bahan nabati, hewani, dan sayuran untuk mencegah kontaminasi silang, Simpan bahan baku dan makanan dalam lemari pendingin sesuai dengan standar dan kategori yang ditentukan.” Ujar Dani.

Menurut Dani, salah satu cara membuat makanan tetap sehat adalah hanya menerima bahan baku yang berkualitas. “Bahan yang datang terlebih dahulu maka oleh tim dapur akan dimasak dahulu, setelah masakan matang sesegera mungkin dikirim ke penerima manfaat,” tambahnya.

Sementara itu guna mengantisipasi makanan basi, yang dilakukan SPPG Ledok adalah sebelum dikirim makanan didinginkan dulu, baru kemudian dipaking dalam ompreng.

Pantauan Rasika FM pada Jumat (26.9.2025) pagi kondisi kebersihan baik diluar atau di dalam dapur terlihat bersih dan rapi.

Tukang masak juga menggunakan masker dan penutup kepala untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

Hal ini juga diberlakukan saat ada tamu termasuk wartawan yang meliput juga mengenakan “seragam” ala tukang masak.

Pihak managemen menerapkan SOP ketat, dalam memasak, menata makanan dan membersihkan
ompreng yakni wadah atau foodtray dengan penutup yang digunakan untuk menyimpan dan mendistribusikan makanan kepada para penerima manfaat.

Ompreng dibersihkan siang hari itu juga setelah digunakan oleh siswa.

SPPG Ledok Argomulyo melayani 22 Sekolah dengan jumlah 3.836 penerima manfaat mulai TK, SD, SMP, dan SMA di wilayah Argomulyo dan sekitarnya, dengan melibatkan 50 relawan.

Dapur SPPG berada di jalan Argo Pratolo, Gandu Ledok Argomulyo Salatiga.Adalah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pertama Kota Salatiga yang diresmikan pada 11 September 2025 oleh wali kota Salatiga, Robby Hernawan.

– Relawan saat bekerja

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon