RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ruko I2nd Store jalan Sukowati Kota Salatiga Terbakar Selasa Malam

Ruko I2nd Store jalan Sukowati Kota Salatiga Terbakar Selasa Malam

Ruko I2nd Store jalan Sukowati Kota Salatiga Terbakar Selasa Malam

Petugas saat evakuasi kebakaran

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sebuah kamar berukuran 3×3 meter di dalam ruko I2nd Store di Jalan Sukowati No. 40B, Kota Salatiga, terbakar pada Selasa (11/11/2025) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kebakaran sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar.

Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Bidang Damkar Satpol PP Kota Salatiga, Asih Budi Lestari mengatakan bahwa kebakaran dilaporkan oleh seorang tukang parkir bernama Suwarno sekitar pukul 00.40 WIB.

“Pelapor melihat kepulan asap hitam dari dalam ruko I2nd Store. Karena asap cukup tebal, ia langsung mendatangi Mako Damkar untuk meminta bantuan,” jelas Budi.

Petugas pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 00.43 WIB, atau hanya beberapa menit setelah laporan diterima. Dua unit kendaraan pemadam, masing-masing dengan nomor polisi H 8047 XB dan H 8015 XB, dikerahkan menuju lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.45 WIB, dan seluruh tim kembali ke markas pukul 02.01 WIB.

Budi mengungkapkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Ia mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di tempat usaha maupun rumah tinggal.

“Seringkali dicek secara berkala kualitas kabelnya, karena faktor usia pemakaian bisa menyebabkan korsleting. Selain itu, ada juga kemungkinan kabel digigit tikus atau hewan lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran