URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Normalisasi Sungai Panjang di Desa Bejalen, Ambarawa, dilakukan BBWS Pemali Juana setelah aspirasi warga disampaikan kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha pada Rabu (26/11/2025). Langkah ini diambil untuk mencegah luapan saat hujan deras dengan pengerukan sedalam dua meter, sehingga aliran sungai kembali aman.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Normalisasi Sungai Panjang di Desa Bejalen Dimulai, Warga Harap Tak Terimbas Luapan Lagi

Normalisasi Sungai Panjang di Desa Bejalen Dimulai, Warga Harap Tak Terimbas Luapan Lagi

Normalisasi Sungai Panjang di Desa Bejalen Dimulai, Warga Harap Tak Terimbas Luapan Lagi

Sebuah alat berat dikerahkan oleh BBWS Pemali Juana dalam proses normalisasi Sungai Panjang yang ada di Desa Bejalen, Ambarawa, Jumat (21/11/2205). Foto: IST
Sebuah alat berat dikerahkan oleh BBWS Pemali Juana dalam proses normalisasi Sungai Panjang yang ada di Desa Bejalen, Ambarawa, Jumat (21/11/2205). Foto: IST
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Sungai Panjang yang melintasi Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang akhirnya dinormalisasi. Langkah itu dilakukan menyusul keluhan warga yang khawatir terjadi luapan air saat hujan deras karena kondisi sungai mengalami pendangkalan serta tumpukan sampah yang sering terbawa arus.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan normalisasi ini berawal dari aspirasi warga yang disampaikan saat kegiatan Save Rawapening di objek wisata Bukit Cinta, Banyubiru, beberapa waktu lalu.

“Di situ kita diskusi, ada aspirasi terkait dengan sungai yang ada di Desa Bejalen yang meluap. Karena itu berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, maka kita diskusikan bersama. Akhirnya segera ditindaklanjuti oleh BBWS, dilakukan survei, dan saat ini normalisasi sudah berjalan,” ujarnya di Ungaran, Rabu (26/11/2025).

Ia berharap pekerjaan tersebut dapat mengurangi risiko banjir di wilayah Bejalen. Ia juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana pada musim hujan.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana, baik itu banjir, angin kencang, tanah longsor, maupun pohon tumbang. Saluran-saluran yang mampet bisa dibersihkan secara gotong royong,” katanya.

Salah seorang warga Desa Bejalen, Koko Qomarullah, menyampaikan bahwa pengerukan sungai saat ini dilakukan sedalam kurang lebih dua meter. Kedalaman sungai kini berkisar tiga meter sehingga warga merasa lebih tenang.

“Sekarang tidak lagi was-was kalau hujan turun,” ungkapnya.

Koko juga berharap pemerintah menertibkan warga yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Harus ada ketegasan, supaya tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai,” timpalnya. (win)

BACA JUGA :

Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini
Kelurahan Blotongan dan Kauman Kidul di Salatiga terus mengembangkan potensi wilayah melalui wisata kuliner, religi, dan agrowisata berbasis digital. Lurah Blotongan Chomsatun memperkenalkan inovasi layanan daring serta aplikasi Sate Blotongan, sementara Lurah Kauman Kidul Nur Ichwan mendorong pengembangan Agrowisata Sitalang dan River Tubing saat menerima kunjungan kerja Wali Kota Robby Hernawan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
Blotongan Salatiga Kampung Kuliner Sate Kambing, Terus Kembangkan Pelayanan Berbasis Digital
Menteri HAM RI Natalius Pigai menyatakan pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang Neuro Rights guna melindungi privasi, kebebasan, dan martabat manusia dari dampak perkembangan teknologi serta kecerdasan buatan. Pernyataan itu disampaikan usai Festival HAM di Universitas Kristen Satya Wacana, Kamis (11/6/2026), saat pembahasan RUU disebut telah memasuki tahap akhir harmonisasi lintas kementerian dan lembaga.
Hadir di UKSW, Pigai Sebut Pemerintah sedang Siapkan UU Neuro Rights, Lindungi Pikiran Manusia dari Ancaman AI

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Silaturrahmi Nasional perdana Annitho Aswaja digelar di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6/2026), dengan dihadiri ribuan anggota dan pengurus dari berbagai daerah. Organisasi perempuan di bawah JATMA...
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut...
Kelurahan Blotongan dan Kauman Kidul di Salatiga terus mengembangkan potensi wilayah melalui wisata kuliner, religi, dan agrowisata berbasis digital. Lurah Blotongan Chomsatun memperkenalkan inovasi layanan daring serta aplikasi Sate Blotongan, sementara Lurah Kauman Kidul Nur Ichwan mendorong pengembangan Agrowisata Sitalang dan River Tubing saat menerima kunjungan kerja Wali Kota Robby Hernawan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
Blotongan Salatiga Kampung Kuliner Sate Kambing, Terus Kembangkan Pelayanan Berbasis Digital
Kelurahan Blotongan dan Kauman Kidul di Salatiga terus mengembangkan potensi wilayah melalui wisata kuliner, religi, dan agrowisata berbasis digital. Lurah Blotongan Chomsatun memperkenalkan inovasi layanan...
Menteri HAM RI Natalius Pigai menyatakan pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang Neuro Rights guna melindungi privasi, kebebasan, dan martabat manusia dari dampak perkembangan teknologi serta kecerdasan buatan. Pernyataan itu disampaikan usai Festival HAM di Universitas Kristen Satya Wacana, Kamis (11/6/2026), saat pembahasan RUU disebut telah memasuki tahap akhir harmonisasi lintas kementerian dan lembaga.
Hadir di UKSW, Pigai Sebut Pemerintah sedang Siapkan UU Neuro Rights, Lindungi Pikiran Manusia dari Ancaman AI
Menteri HAM RI Natalius Pigai menyatakan pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang Neuro Rights guna melindungi privasi, kebebasan, dan martabat manusia dari dampak perkembangan teknologi serta kecerdasan...
13 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 06.00–10
13 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 06.00–10.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan sekitarnya terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 06.00–10.00 WIB dengan tinggi muka air...
Muat Lebih

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab